![]() |
| Gambar Ilustrasi Minuman Kopi- GENKEBUN.COM |
Sorong, GENKEBUN.COM – Komunitas Pencinta Kopi Hitam (PKH) Alap-alap di Kabupaten Sorong mempromosikan keunggulan kopi lokal dalam obrolan Torang Cerita di RRI Sorong, Minggu (08/02/2026), sebagai upaya memperkuat identitas komoditas daerah.
Kelompok ini awalnya terbentuk pada tahun 2002 oleh enam orang perintis. Kini, jumlah anggota berkembang hingga mencapai 50 orang yang tersebar luas di seluruh wilayah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Nama Alap-alap dipilih untuk menggambarkan karakteristik gerakan yang bekerja secara senyap. Selain berkumpul untuk menikmati seduhan kopi, para anggota aktif menjalankan berbagai misi sosial kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Hubungan masyarakat (Humas) PKH Alap-alap, Sudiono, memaparkan perbedaan mendasar antara kopi asli murni dengan kopi hasil sulingan. Perbedaan tersebut terlihat sangat mencolok, baik dari sisi bahan baku maupun sensasi rasa saat diminum.
"Kalau disuling itu manisnya itu tidak dapat atau hambar, pahitnya melebihi, pokoknya tidak cocok di lidah kami," ujar Sudiono, dikutip dari laman rri.co.id, Minggu (08/02/2026).
Setelah membandingkan berbagai jenis produk, anggota PKH Alap-alap menilai kopi lokal Sorong memiliki tingkat kenikmatan paling tinggi. Rasa otentik biji kopi dari perkebunan lokal ini dianggap tidak tertandingi oleh jenis lainnya.
Guna menjaga kualitas rasa, komunitas ini menerapkan standar khusus dalam proses penyajian. Berikut adalah poin-poin penting dalam mendapatkan sensasi kopi yang pas menurut pengalaman para anggota PKH Alap-alap:
Penggunaan bahan baku wajib berasal dari biji kopi lokal Sorong yang murni.
Ketepatan perbandingan antara volume air dan takaran bubuk kopi sangat krusial.
Penerapan teknik menyeduh yang benar untuk mengeluarkan aroma serta karakter rasa asli.
Konsumsi kopi hitam secara rutin memberikan dampak positif bagi para anggota dalam menjalankan rutinitas. Selain mempererat ikatan persaudaraan, minuman ini terbukti efektif meningkatkan konsentrasi serta memicu semangat baru saat bekerja.
Aktivitas sosial menjadi pilar penting selain urusan meja seduh. Kelompok ini kerap turun ke lapangan untuk menangani kendala masyarakat hingga membantu penanganan kebencanaan saat pihak pemerintah pusat maupun daerah belum tiba.
Markas komunitas ini berlokasi di Jalan Perkutut Unit Dua Aimas, tepat berada di samping kampus Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong. Lokasi tersebut menjadi pusat diskusi sekaligus ruang berbagi ilmu mengenai kopi.
Pintu keanggotaan terbuka lebar bagi warga yang ingin bergabung dan mendalami seluk-beluk kopi hitam. Syarat utamanya adalah memiliki kegemaran yang sama terhadap minuman kopi murni tanpa campuran bahan tambahan lainnya.
PKH Alap-alap berupaya memberikan manfaat nyata melalui aksi kemanusiaan yang terorganisir. Kegiatan ini dilakukan secara swadaya oleh para anggota sebagai bentuk kepedulian sosial yang tumbuh dari kesamaan hobi meminum kopi lokal.(*)

Social Footer