![]() |
| (Foto:P3GI) |
Bogor, GENKEBUN.COM – Komisi II Bidang Perekonomian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten mendatangi kantor pusat PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) di Kota Bogor guna mengadopsi teknologi benih unggul pada Selasa (17/02/2026).
Langkah strategis ini diambil guna memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan institusi riset dalam mengembangkan agribisnis perkebunan. Fokus utama pertemuan tersebut adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan hasil penelitian laboratorium terbaru.
Senior Executive Vice President (SEVP) Riset, Inovasi, dan Sustainability PT RPN, Dr. Tjahjono Herawan, menjelaskan bahwa masukan dari perwakilan rakyat sangat krusial bagi validitas arah penelitian agar menjawab kendala nyata di lapangan.
“Tujuan kami adalah bermanfaat untuk masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, insight dan masukan dari para wakil rakyat sangat kami butuhkan agar arah pengembangan riset PT RPN benar-benar selaras dengan kebutuhan riil masyarakat,” ujar Tjahjono, dikutip dari laman P3GI, Selasa (17/02/2026).
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten, Drs. KH. Iip Makmur, menyatakan bahwa kompleksitas masalah ekonomi petani saat ini memerlukan solusi berbasis data akurat. Peningkatan kapasitas anggota dewan menjadi agenda utama dalam kunjungan kerja tersebut.
“Permasalahan di masyarakat saat ini sangat beragam, sementara latar belakang kami juga berbeda-beda. Karena itu, kami merasa perlu melakukan peningkatan kapasitas yang bisa kami peroleh melalui kolaborasi dengan PT Riset Perkebunan Nusantara,” ungkap Iip Makmur di hadapan jajaran direksi.
Kerja sama ini mencakup penyediaan layanan jasa analisis serta distribusi benih unggul untuk berbagai komoditas perkebunan strategis. Berikut adalah beberapa komoditas utama yang menjadi fokus pembahasan dalam koordinasi antara DPRD Banten dan PT RPN:
Karet dan Kelapa Sawit
Teh dan Kina
Kopi, Kakao, dan Gula
Diskusi interaktif yang berlangsung di Aula Kantor Direksi tersebut juga mengupas tuntas tantangan teknis budidaya tanaman sela seperti jagung. Pihak legislatif ingin memastikan petani mendapatkan rekomendasi varietas yang memiliki daya saing tinggi.
Iip Makmur menekankan pentingnya keterbukaan akses informasi riset bagi warga desa. Beliau menginginkan hasil studi para peneliti dapat segera diimplementasikan menjadi kebijakan publik yang nyata serta memberikan keuntungan finansial bagi petani lokal.
“Masyarakat masih memiliki keterbatasan informasi. Kami ingin mendapatkan gambaran prospek komoditas perkebunan yang menguntungkan berdasarkan hasil riset, sehingga dapat menjadi dasar kebijakan dan pendampingan ke depan,” tuturnya saat memaparkan kondisi objektif di wilayah Banten.
Manajemen PT RPN menyambut positif usulan tersebut dengan menyiapkan skema pendampingan teknis. Sinergi ini memfasilitasi transformasi pengetahuan dari meja peneliti langsung ke lahan perkebunan rakyat guna memicu pertumbuhan ekonomi daerah yang signifikan.
Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan pemanfaatan hasil riset sebagai fondasi utama penyusunan program kerja pemerintah provinsi. Kedua lembaga menjadwalkan tindak lanjut teknis terkait pengadaan bibit berkualitas guna menjamin keberlanjutan sektor perkebunan di Banten.(*)

Social Footer