![]() |
| Ilustrasi - GENKEBUN.COM |
Pemerintah dan pelaku usaha berupaya meningkatkan kesadaran kelompok usia muda mengenai kontribusi nyata sawit terhadap ekonomi nasional. Pemahaman ini sangat krusial mengingat derasnya arus informasi yang tidak akurat pada platform media sosial.
Ketua Bidang Komunikasi GAPKI, Fenny Sofyan, mengawali pemaparan dengan menjelaskan tema besar yang mengupas tuntas realitas sektor perkebunan dari berbagai sudut pandang fundamental bagi ketahanan kedaulatan komoditas strategis Indonesia saat ini.
“Menakar Industri Sawit dari Aspek Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan” ujar Fenny, dikutip dari laman Gapki, Selasa (17/02/2026). Paparan tersebut menekankan bahwa penguasaan data yang akurat merupakan modal utama bagi pemuda.
Fenny menjelaskan bahwa penguatan literasi digital bagi Generasi Z (Gen Z) bertujuan agar kelompok usia ini mampu menyaring informasi secara objektif sebelum membagikan narasi mengenai isu lingkungan ke ruang publik.
“Generasi muda, terutama Gen Z, perlu memahami bahwa sawit memiliki peran luar biasa bagi negeri ini. Jangan sampai opini negatif yang tidak berimbang justru mencemarkan industri yang telah memberi manfaat besar,” ungkapnya secara lugas.
Industri kelapa sawit nasional merupakan penyumbang devisa nonmigas terbesar bagi Indonesia yang menyentuh angka miliaran dolar setiap tahun. Sektor ini menjadi pilar utama stabilitas ekonomi serta motor penggerak pembangunan wilayah terluar.
Berikut adalah beberapa poin penting mengenai kontribusi sektor sawit bagi masyarakat luas yang menjadi bahasan utama dalam kegiatan edukasi bagi para mahasiswa di universitas-universitas ternama di wilayah Yogyakarta:
Penyerapan tenaga kerja mencapai lebih dari 16 juta orang.
Penyediaan bahan baku energi terbarukan melalui mandatori biodiesel.
Peningkatan kesejahteraan petani rakyat melalui program kemitraan.
Sekretaris GAPKI Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta, Ridho Rahmadi, menambahkan catatan mengenai daya tahan industri ini terhadap guncangan krisis ekonomi global yang melanda dunia serta kestabilan lapangan kerja bagi jutaan penduduk Indonesia.
“Alhamdulillah, selama pandemi tidak ada PHK di industri sawit. Yang terjadi justru penyerapan tenaga kerja baru,” ujarnya di hadapan ratusan peserta yang antusias menyimak data pertumbuhan positif sektor agraria nasional.
Penerapan teknologi digital dalam pengelolaan kebun kini membuka peluang karier baru bagi lulusan muda di berbagai bidang. Transformasi ini mencakup penggunaan drone pemantau lahan hingga sistem analisis data produksi berbasis awan.
Kegiatan literasi ditutup dengan sesi diskusi mengenai implementasi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai standar wajib kelestarian. GAPKI memastikan seluruh operasional perusahaan anggota telah memenuhi kaidah lingkungan yang berlaku ketat.(*)

Social Footer