Breaking News

Cuan Gede! Sertifikasi Organik Bikin Harga Gula Aren Pacitan Meroket Rp30 Ribu per Kilo

Direktorat Jenderal Perkebunan memfasilitasi pelepasan ekspor gula aren organik produksi Kelompok Tani Akur X di Kabupaten Pacitan, Rabu (18/02/2026).

Jakarta, GENKEBUN.COM – Pekebun gula aren organik asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, sukses menembus pasar ekspor global ke Belanda, Malaysia, dan Australia berkat sertifikasi organik yang meningkatkan nilai jual produk secara signifikan.

Kelompok Tani (Poktan) Akur X melalui CV Temon Agro Lestari di Desa Temon mencatatkan pengiriman ke Malaysia sebanyak 10 ton, Belanda 1 ton, serta Australia sebesar 500 kilogram.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan pernyataan mengenai keberhasilan ekspor ini sebagai bukti nyata daya saing produk perkebunan rakyat yang mampu bersaing di kancah internasional melalui hilirisasi.

“Kementerian Pertanian terus mendorong hilirisasi, sertifikasi, dan pengembangan desa ekspor agar nilai tambah dan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh petani,” ujar Mentan Amran, dikutip dari laman Kementan, Rabu (18/02/2026).

Keberhasilan ini merupakan hasil pembinaan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) melalui Program Desa Pertanian Organik Berbasis Komoditas Perkebunan yang berfokus pada peningkatan daya saing dan perluasan akses pasar ekspor dunia.

Fasilitas yang diberikan mencakup bantuan ternak ruminansia, sarana pembuatan pupuk kompos, hingga pelatihan pra-sertifikasi guna memastikan standar operasional prosedur dipenuhi oleh para pekebun di wilayah Arjosari, Pacitan tersebut.

Penerapan pupuk kompos mandiri pada lahan perkebunan aren seluas 15,66 hektare telah melibatkan 25 pekebun lokal dengan total potensi produksi komoditas manis ini mencapai angka 18 ton setiap tahunnya.

“Ke depan, Ditjen Perkebunan akan terus memperluas pembinaan agar semakin banyak pekebun yang naik kelas dan berorientasi ekspor,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, Rabu (18/02/2026).

Sertifikasi tersebut mengubah peta ekonomi petani karena harga jual gula aren melonjak menjadi Rp30.000 per kilogram, meningkat drastis dibandingkan harga produk konvensional sebelumnya yang hanya berada pada angka Rp20.000.

Beberapa poin utama pencapaian Poktan Akur X antara lain:

  • Kenaikan harga jual produk sebesar Rp10.000 per kilogram.

  • Kepemilikan sertifikasi organik internasional untuk lahan seluas 15,66 hektare.

  • Ekspor perdana ke tiga negara tujuan berbeda secara serentak.

Sinergi lintas sektor dengan dunia usaha memperkuat rantai pasok produk sehingga hilirisasi berjalan maksimal dan pengiriman logistik menuju Belanda serta Australia dapat terlaksana secara rutin melalui kemitraan strategis.

Pelepasan ekspor yang berlangsung pada Rabu (18/02/2026) ini menandai babak baru bagi komoditas aren nasional yang mampu memenuhi standar keamanan pangan ketat yang ditetapkan oleh negara-negara di Uni Eropa.

Lahan organik di Desa Temon saat ini dikelola secara berkelanjutan tanpa input kimia sintetis, sehingga produk akhir memiliki nilai premium yang sangat diminati oleh konsumen kesehatan di pasar global.(*)

Type and hit Enter to search

Close