Breaking News

Bulog Pasang Badan, Siap Serap Gabah Petani Nias Jika Harga di Bawah Rp6.500

Gambar Ilustrasi Padi Sedang Di Timbang- GENKEBUN.COM

Gunungsitoli, GENKEBUN.COM – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Cabang (KC) Nias bersiaga menjaga stabilitas harga gabah dan jagung melalui pembangunan infrastruktur serta peningkatan serapan hasil panen pada Minggu (08/02/2026).

Langkah strategis tersebut bertujuan mewujudkan kedaulatan pangan lokal melalui kepastian pembelian hasil tani secara konsisten. Bulog berupaya menjaga ketersediaan stok sekaligus memastikan keterjangkauan harga komoditas utama di seluruh wilayah Kepulauan Nias.

Kepala Bulog KC Nias, Muhammad Choiruddin, mengungkapkan rencana besar instansinya untuk membangun sejumlah fasilitas pendukung pertanian. Fasilitas tersebut mencakup gudang penyimpanan baru serta unit pengolahan hasil panen untuk mendukung kemandirian pangan daerah.

“Bagaimana Kepulauan Nias bisa berdaulat pangan sendiri, artinya masyarakat bertani tapi harus ada kepastian penjualan hasilnya kemana. Berdasarkan itulah Bulog berencana membangun tambahan gudang dan ada sentra penggilingan padi serta corn dryer atau mesin pengering jagung karena Kepulauan Nias memiliki potensi yang besar sebagai penghasil jagung,” ujar Choiruddin, dikutip dari laman rri.co.id, Minggu (08/02/2026).

Choiruddin menjelaskan bahwa mekanisme penyerapan gabah maupun jagung merujuk sepenuhnya pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Hal ini menjadi jaminan keamanan bagi para petani lokal agar tidak mengalami kerugian finansial saat masa panen.

“Jika harga jual dibawah HPP maka Bulog wajib beli dari petani, jadi misalnya harga gabah itu dibawah Rp.6.500 Bulog waji beli. Sama seperti harga jagung, jika harganya dibawah Rp.5.500 maka Bulog wajib beli. Makanya kita ada stok jagung di gudang,” jelasnya lugas.

Hingga saat ini, Bulog tetap aktif melakukan pembelian hasil bumi sepanjang harga pasar berada di bawah batas ketetapan negara. Berikut adalah daftar rincian harga pembelian wajib yang menjadi standar operasional di lapangan:

  • Gabah petani: Wajib dibeli jika harga di bawah Rp6.500 per kilogram.

  • Jagung petani: Wajib dibeli jika harga di bawah Rp5.500 per kilogram.

Penyerapan komoditas secara besar-besaran tersebut dilakukan guna memperkuat cadangan pangan nasional di gudang penyimpanan. Bulog memastikan bahwa setiap butir gabah yang dihasilkan petani memiliki saluran distribusi jelas untuk menjaga kesejahteraan ekonomi para produsen pangan.

Selain aspek harga, pihak logistik milik negara tersebut mengidentifikasi hambatan teknis pada sarana pascapanen. Choiruddin memaparkan bahwa ketiadaan sentra penggilingan padi menjadi kendala utama dalam mengolah hasil tani menjadi produk siap konsumsi.

“Kalau kita hanya mengandalkan energy sinar matahari, kita lihat bahwa curah hujan termasuk cukup tinggi di Kepulauan Nias ini jadi tidak dimungkinkan karena pasti akan mengakibatkan kualitas gabah menjadi rusak. Oleh karena itu kita perlu penambahan gudang baru melalui pembangunan yang kita mulai pada tahun ini,” pungkasnya.

Pembangunan infrastruktur berupa gudang baru dan mesin pengering atau corn dryer segera dimulai tahun ini. Pengadaan fasilitas modern tersebut sangat krusial mengingat kondisi geografis wilayah Nias yang memiliki tingkat kelembapan udara sangat tinggi.

Langkah percepatan pembangunan ini menjadi kunci untuk mencegah penurunan kualitas gabah akibat cuaca buruk. Seluruh fasilitas tambahan yang disiapkan Bulog berfungsi memastikan stok pangan daerah tetap terjaga mutunya hingga sampai ke tangan konsumen.(*)

Type and hit Enter to search

Close