Breaking News

BPDP Audit Distribusi Biodiesel di Fuel Terminal Boyolali, Pastikan Stok 14 Wilayah Aman

(Foto:BPDP)

Boyolali, .GENKEBUNCOM – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melakukan audit menyeluruh terhadap distribusi biodiesel di Fuel Terminal (FT) Boyolali guna menjamin ketersediaan stok bahan bakar nabati bagi masyarakat.

Langkah pengawasan ketat ini dilaksanakan untuk memvalidasi kelancaran penyaluran campuran bahan bakar minyak jenis solar pada wilayah Jawa Tengah bagian selatan yang mencakup empat belas area pelayanan distribusi energi nasional.

Dilansir dari laman BPDP, Kamis (19/02/2026), volume stok biodiesel di fasilitas ini berada pada level aman dengan kapasitas tangki timbun yang mampu menyuplai kebutuhan harian rata-rata ribuan kiloliter setiap harinya.

Pemeriksaan mencakup verifikasi dokumen administratif serta pengecekan fisik fasilitas penyimpanan energi guna memastikan standar operasional prosedur dipenuhi secara konsisten oleh seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok energi.

Audit teknis ini juga berfungsi sebagai instrumen evaluasi terhadap efektivitas program mandatori biodiesel yang menggunakan minyak sawit mentah sebagai bahan baku utama dalam mendukung ketahanan energi dalam negeri yang berkelanjutan.

Beberapa poin pemeriksaan utama dalam kegiatan audit distribusi di wilayah Jawa Tengah ini meliputi aspek-aspek penting sebagai berikut:

  • Akurasi pencatatan volume masuk dan keluar bahan bakar nabati.

  • Kualitas pencampuran zat aditif sesuai spesifikasi teknis pemerintah.

  • Kesiapan infrastruktur bongkar muat pada dermaga serta fasilitas darat.

Pihak BPDPKS memastikan bahwa aliran logistik dari produsen bahan bakar nabati menuju FT Boyolali tidak mengalami kendala teknis yang berarti selama periode pelaksanaan pemantauan berkala pada bulan Februari ini.

Ketersediaan pasokan pada empat belas wilayah cakupan menjadi prioritas utama untuk mencegah terjadinya kelangkaan bahan bakar di tingkat stasiun pengisian bahan bakar umum yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat luas.

Data distribusi menunjukkan tren konsumsi yang stabil pada awal tahun ini, sehingga pengelolaan cadangan operasional pada fasilitas penyimpanan energi tersebut perlu dilakukan dengan kecermatan tinggi melalui pengawasan sistematis yang ketat.

Selain aspek kuantitas, tim auditor memeriksa parameter kualitas produk agar sesuai dengan standar nasional Indonesia yang ditetapkan untuk menjaga performa mesin kendaraan bermotor milik konsumen pengguna bahan bakar campuran sawit.

Sinergi antara pengelola dana perkebunan dan operator fasilitas distribusi energi di Jawa Tengah merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas harga serta keterjangkauan produk energi ramah lingkungan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan audit lapangan ini berakhir dengan hasil validasi data yang sinkron antara laporan sistem daring dengan kondisi riil stok fisik pada tangki penyimpanan di lokasi operasional terminal bahan bakar tersebut.(*)

Type and hit Enter to search

Close