Breaking News

Amin Nur Pimpin BRMP Padi, Fokus Percepatan Modernisasi dan Teknologi Pangan

 

Suasana khidmat di Kementerian Pertanian saat acara pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (18/02/2026).

Jakarta, GENKEBUN.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman resmi melantik Dr. Amin Nur, SP, M.Si., sebagai Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Padi di Jakarta, Rabu (18/02/2026).

Pelantikan Amin Nur beserta 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lainnya bertujuan mempercepat implementasi teknologi pangan. Langkah strategis ini menjadi bagian besar dari upaya memperkuat kemandirian sektor pertanian nasional saat ini.

Amin Nur kini memimpin BRMP Padi setelah sebelumnya sukses menjalankan tugas sebagai Kepala BRMP Serealia. Ia menggantikan Dr. Muhammad Thamrin, M.Si., guna membawa inovasi baru dalam sistem perakitan varietas padi.

Kepemimpinan baru di Kementerian Pertanian (Kementan) ini menitikberatkan pada aspek profesionalisme serta transparansi. Amran Sulaiman menjelaskan bahwa seluruh proses pengisian jabatan eselon II di 33 provinsi melalui penyaringan rekam jejak yang sangat ketat.

Saat memberikan arahan pada prosesi pengambilan sumpah jabatan di Kantor Pusat Kementan, Mentan menekankan bahwa posisi tersebut adalah buah dari dedikasi tinggi para pejabat terpilih dalam menjalankan tugas negara.

“Hari ini kita melantik putra-putri terbaik Kementerian Pertanian. Ini bukan hadiah, tetapi hasil kerja keras saudara semua. Kami menerapkan meritokrasi, bebas dari korupsi, kolusi, dan intervensi. Nilai Anda murni dari kinerja,” ujar Amran, dikutip dari laman Mentan, Rabu (18/02/2026).

Penunjukan Amin Nur sebagai pimpinan BRMP Padi dipandang sebagai langkah krusial bagi produktivitas nasional. Pengalamannya dalam mengembangkan berbagai komoditas strategis diharapkan mampu memperkuat sistem riset serta aplikasi teknologi di tingkat petani.

Berikut merupakan beberapa poin utama yang menjadi fokus utama dalam agenda pelantikan pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Kementan pada pekan ini:

  • Penerapan sistem meritokrasi secara penuh bagi 55 pejabat yang baru dilantik.

  • Percepatan program strategis melalui inovasi teknologi pada komoditas padi nasional.

  • Penguatan reformasi birokrasi yang sejalan dengan kebijakan prioritas Presiden Indonesia.

  • Pengisian jabatan eselon II di puluhan provinsi untuk optimalisasi pelayanan publik.

Integrasi teknologi pada BRMP Padi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan krisis pangan global. Amin Nur memiliki tugas besar untuk memastikan setiap hasil riset dapat langsung diterapkan oleh para petani.

Reformasi birokrasi di lingkungan Kementan juga menyasar efisiensi kerja di tingkat pusat hingga daerah. Pelantikan ini menjadi sinyal kuat bagi seluruh aparatur sipil negara untuk mengutamakan hasil nyata di lapangan.

Kementan kini memacu peningkatan produksi pertanian melalui skema digitalisasi dan mekanisasi modern. Keberadaan pejabat baru ini diharapkan memperluas jangkauan ekspor produk unggulan Indonesia menuju pasar internasional yang lebih kompetitif dan luas.

Sebagai informasi tambahan, selain 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, terdapat satu pejabat fungsional Ahli Utama yang turut diambil sumpahnya. Seluruh prosesi berlangsung dengan menerapkan protokol kedinasan yang ketat dan formal.

Peralihan kepemimpinan di BRMP Padi dari Muhammad Thamrin kepada Amin Nur menandai dimulainya babak baru riset perakitan padi. Penempatan personel ini murni didasarkan pada kebutuhan organisasi serta evaluasi capaian kinerja secara objektif.(*)

Type and hit Enter to search

Close