Breaking News

Lawan Dampak Rob, 530 Hektare Lahan di Batang Siap Ditanami Padi Biosalin

(Foto:JATENG.PROV)

Batang, GENKEBUN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menyiapkan 530,29 hektare lahan di Kecamatan Batang dan Kandemen untuk ditanami padi jenis Biosalin sebagai upaya mengejar target swasembada beras pada tahun 2026 ini.

Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan kembali lahan produktif yang sebelumnya terganggu oleh fenomena banjir rob di kawasan pesisir agar kembali menghasilkan gabah kering bagi kebutuhan masyarakat lokal.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang, Sutadi Ronodipuro, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menjalankan tahap pengujian varietas khusus tersebut dengan menggandeng sejumlah lembaga riset serta teknologi pertanian nasional.

“Sudah 20 hari ini kami sudah mengujicoba padi jenis Biosalin di Kelurahan Kasepuhan seluas satu hektare yang didukung Badan Perakitan Modernisasi Pertanian dan Badan Riset Inovasi Nasional. Semoga di masa panen nanti berdampak positif yang siginifikan, yang rencananya akan disebarluaskan ke lahan petani terdampak rob,” ujar Sutadi, dikutip dari laman JATENGPROV, Sabtu (14/02/2026).

Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi intensif antara Dispaperta Batang, Badan Perakitan Modernisasi (BPM), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memastikan adaptasi tanaman terhadap tingkat salinitas air laut.

Sebelum wilayah pesisir tersebut terdampak banjir rob yang merusak ekosistem persawahan, lahan di wilayah Kecamatan Batang dan Kandemen mampu mencatatkan angka produktivitas yang cukup tinggi bagi para petani setempat.

Berikut adalah sejumlah rincian mengenai target dan pencapaian produksi pertanian yang menjadi acuan dalam pelaksanaan program pemanfaatan lahan produktif di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa:

  • Total luas lahan rencana penanaman padi Biosalin mencapai 530,29 hektare.

  • Capaian panen lahan normal sebelumnya menyentuh angka 10 ton gabah per hektare.

  • Produksi gabah kering pada tahun 2025 telah berhasil menghasilkan 170 ribu ton.

Target minimal hasil panen dari penggunaan bibit Biosalin pada lahan terdampak rob tetap dipatok secara realistis mengingat kondisi tanah yang menantang dibandingkan dengan area persawahan irigasi pada umumnya.

“Jika capaian panennya nanti bisa 50 persen, tentu sangat menggembirakan bagi petani,” tegas Sutadi saat memberikan keterangan resmi mengenai potensi pemulihan ekonomi melalui sektor pertanian di wilayah terdampak rob.

Optimalisasi lahan ini merupakan tindak lanjut dari program keberhasilan pemanfaatan lahan di sepanjang jalur Pantura yang pada tahun 2025 telah memenuhi target swasembada beras sebesar 8,5 persen.

Teknologi padi Biosalin menjadi harapan baru bagi petani di Kecamatan Batang dan Kandemen karena memiliki ketahanan terhadap rendaman air payau yang selama ini menjadi kendala utama dalam bercocok tanam.

Dispaperta Batang menjadwalkan penyebarluasan benih kepada para pekebun secara luas setelah hasil uji coba di Kelurahan Kasepuhan terbukti memberikan angka produktivitas yang stabil dan sesuai dengan standar kualitas pasar.(*)

Type and hit Enter to search

Close