Breaking News

Kementan Beri Peringatan soal Bibit Kelapa di Sulawesi Tengah, Penangkar Kopi dan Kakao Ikut Jadi Perhatian

BRMP Sulawesi Tengah menggelar Monitoring dan Evaluasi Program Kementerian Pertanian di Aula BRMP Sulawesi Tengah.

GENKEBUN.COM – Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kementerian Pertanian di Aula BRMP Sulawesi Tengah pada Jumat (15/5).

Kegiatan ini berlangsung secara langsung dan daring dengan melibatkan peserta dari seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah. Sejumlah pejabat dinas pertanian tingkat provinsi maupun kabupaten turut hadir dalam agenda tersebut.

Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., menyampaikan pentingnya koordinasi dalam pelaksanaan program pertanian. Ia juga menjelaskan keterkaitan program pemerintah pusat dengan visi Gubernur Sulawesi Tengah dalam memajukan sektor pertanian daerah.

"Semua ini butuh koordinasi yang solid. Kita tidak hanya bekerja untuk angka, tapi untuk kesejahteraan petani di seluruh Sulawesi Tengah, Program strategis Kementerian Pertanian ini tentunya selaras dengan visi Gubernur Sulawesi Tengah dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di Sulawesi Tengah,” ujar [NAS], dikutip dari Halaman Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Tengah.

Pada kesempatan tersebut, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Dr. Ir. Abdul Haris Bahrun, M.Si., meminta perhatian terhadap kualitas bibit tanaman perkebunan, terutama kelapa. Hal ini berkaitan dengan posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu sentra penghasil kelapa di Indonesia.

Menurut Abdul Haris, kualitas bibit menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas tanaman dan keberlanjutan sektor perkebunan. Karena itu, pengawalan terhadap kualitas bibit kelapa menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut.

Perhatian terhadap kualitas bibit juga mencakup komoditas kopi dan kakao. Abdul Haris meminta dinas pertanian setempat mengawasi penangkar bibit kedua komoditas tersebut agar bibit yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan petani.

Selain membahas pengawasan bibit perkebunan, pertemuan tersebut turut mengevaluasi sejumlah program Kementerian Pertanian yang sedang berjalan di Sulawesi Tengah. Program yang dibahas meliputi Cetak Sawah Rakyat (CSR), Optimasi Lahan (Oplah), dan rehabilitasi sawah.

Pengembangan komoditas jagung juga menjadi bagian dari pembahasan. Selain itu, terdapat program pengembangan kawasan hortikultura, khususnya untuk komoditas bawang putih dan cabai di Provinsi Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah beserta Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Kepala Bidang Perkebunan. Hadir pula Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Donggala serta sejumlah pejabat dari dinas terkait di Kabupaten Sigi.

Peserta lainnya meliputi penanggung jawab swasembada pangan BRMP Sulawesi Tengah dari seluruh kabupaten serta para penyuluh BPPSDMP CWS BRMP Sulawesi Tengah. Pembahasan dalam kegiatan tersebut mencakup pengawasan bibit perkebunan dan pendampingan berbagai program pertanian yang sedang berjalan di daerah.(*)

Type and hit Enter to search

Close