![]() |
| Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Tim Pendataan Perkebunan Kelapa Sawit yang berlangsung di Palembang, Jumat (25/09/2026). (Foto: DGL Learning Institute) |
Kegiatan ini digelar untuk
memperkuat kapasitas tim dalam melaksanakan pendataan perkebunan kelapa sawit,
khususnya dalam mendukung penataan data pekebun dan kebun serta proses
penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB).
Dalam sambutan pembukaan, Wakil
Direktur PT Daya Guna Lestari, M. Danang MRQ, menyampaikan apresiasi atas
kolaborasi yang terjalin antara Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI
dengan DGL Learning Institute dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya,
DGL Learning Institute senang dapat menjadi bagian dalam upaya peningkatan
kapasitas tim pendataan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten OKI.
“Kami tentu senang bisa menjadi
bagian dari kolaborasi ini. Harapannya, melalui kegiatan bimtek ini, apa yang
selama ini sudah dilakukan oleh tim di lapangan dapat kembali direfresh,
sekaligus menjadi kesempatan untuk memperbarui pemahaman terhadap perkembangan
regulasi dan ketentuan terbaru dalam proses pendataan perkebunan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan peningkatan
kapasitas seperti ini penting dilakukan secara berkala, mengingat tim di
lapangan setiap hari bersentuhan langsung dengan proses pendataan. Dengan
adanya pembekalan kembali, diharapkan pemahaman yang telah dimiliki dapat
semakin diperkuat dan diselaraskan dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Dinas
Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI, Ir. A. Oktariansyah Pratama, S.T.,
M.Si., yang dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang, Nila Hayati,
menyampaikan bahwa pendataan perkebunan merupakan bagian penting dalam
mendukung tertib administrasi dan ketersediaan data perkebunan di Kabupaten
OKI.
Menurut Nila, pelaksanaan pendataan
membutuhkan ketelitian serta koordinasi dari seluruh pihak yang terlibat.
Karena itu, kegiatan bimtek diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih
baik kepada tim mengenai tahapan dan mekanisme pendataan, sehingga data yang
dikumpulkan dapat menggambarkan kondisi perkebunan di lapangan secara lebih
akurat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan
penyampaian materi oleh Herlan Kagami mengenai tata cara pendataan dan
penerbitan STDB. Materi mencakup sejumlah tahapan, mulai dari persiapan,
sosialisasi, pendataan, pemetaan, verifikasi hingga penerbitan STDB, termasuk
pemanfaatan sistem informasi database pekebun rakyat atau e-STDB.
Melalui kegiatan ini, tim pendataan
Kabupaten OKI diharapkan tidak hanya semakin memahami mekanisme pelaksanaan
pendataan, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan regulasi dan sistem yang
diterapkan. Dengan demikian, proses pendataan perkebunan kelapa sawit dapat
berjalan lebih tertib, akurat, dan mendukung tersedianya basis data perkebunan
yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten OKI.(*)

Social Footer