![]() |
| DGL Learning Institute bersama Ditjenbun dan Pemkab Bengkulu Selatan menggelar pelatihan auditor ISPO di Hotel Mercure Bengkulu, Senin (19/10/2026). |
Pelatihan yang dibuka pada Senin (19/10) ini membekali peserta dengan pengetahuan kebijakan perkebunan sawit berkelanjutan, ketentuan sertifikasi ISPO berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025, serta penerapan sistem pengendalian internal atau Internal Control System (ICS).
Direktur Utama DGL Learning Institute, M Gema Aliza Putra, menjelaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung penerapan ISPO di tingkat pekebun. Pelatihan tersebut juga berkaitan dengan pendampingan dan pengawasan kelompok pekebun.
Pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung implementasi ISPO di tingkat pekebun. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami regulasi dan persyaratan sertifikasi, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam proses pendampingan, pengawasan, dan penguatan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan,” tegasnya.
Dukungan pemerintah daerah menjadi bagian dari penyelenggaraan pelatihan tersebut. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Binagransyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini memperoleh pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
“Pelatihan ini merupakan bentuk dukungan penuh Bapak Bupati terhadap sektor pertanian, khususnya perkebunan, karena kelapa sawit menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Bengkulu Selatan,” ungkapnya.
Binagransyah menjelaskan bahwa pemilihan DGL Learning Institute sebagai mitra telah melalui pertimbangan, termasuk pengalaman lembaga tersebut dalam program pengembangan sumber daya manusia perkebunan. Program sebelumnya mencakup pelatihan budi daya dan teknik pemetaan lokasi perkebunan.
Pelatihan ini juga membahas penguatan administrasi kelompok pekebun dan penerapan sistem pengendalian internal. Kedua aspek tersebut menjadi bagian dari persiapan kelompok pekebun dalam menjalani proses sertifikasi ISPO sesuai ketentuan yang berlaku.
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Ditjenbun, Kementerian Pertanian, Mutiara Sari, menjelaskan pentingnya penguatan penerapan ISPO untuk mendukung daya saing kelapa sawit Indonesia. Hal tersebut berkaitan dengan dinamika industri dan tuntutan pasar global.
“Pelatihan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat implementasi ISPO dan daya saing kelapa sawit Indonesia dalam menghadapi dinamika serta tuntutan pasar global,” ujarnya.
Mutiara berharap pelatihan tersebut memperkuat pemahaman calon auditor mengenai kebijakan dan perkembangan ISPO. Pengetahuan itu diperlukan untuk mendukung penerapan standar keberlanjutan di tingkat pekebun.
Sejumlah materi utama dalam pelatihan meliputi:
- Kebijakan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.
- Sertifikasi ISPO berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025.
- Penerapan Internal Control System (ICS) untuk pengendalian internal kelompok pekebun.
Kegiatan yang berlangsung hingga 22 Oktober 2026 ini melibatkan DGL Learning Institute, Ditjenbun, dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan. Pelatihan tersebut mencakup peningkatan kompetensi calon auditor serta pemahaman mengenai persyaratan sertifikasi ISPO bagi pekebun.(*)

Social Footer