Breaking News

Dinas Pertanian Kabupaten Seluma Gandeng DGL Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Tim STDB

GENKEBUN.COM - Dinas Pertanian Kabupaten Seluma bekerja sama dengan DGL Learning Institute menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tim Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) pada 26–28 Oktober 2026 di Grage Hotel Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh 27 peserta dari Dinas Pertanian Kabupaten Seluma untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mendukung pendataan perkebunan kelapa sawit yang akurat, tertib, dan sesuai ketentuan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma (Bapak Arian Sosial, S.P., M.Si), Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Seluma (Bapak Azfit Ariyanto, S.T), Direktur Utama DGL Learning Institute (Bapak M. Gema Aliza Putra), Wakil Direktur DGL Learning Institute (Bapak M. Danang MRQ) serta narasumber (Ibu Linda Eka Farhana, S.P).

Bimtek ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pendataan perkebunan kelapa sawit, khususnya Tim STDB di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Seluma. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis dalam proses pendataan, pemetaan, verifikasi dokumen, hingga penginputan data untuk mendukung penerbitan STDB.

Dalam sambutan pembukaannya, Direktur Utama DGL Learning Institute, M. Gema Aliza Putra, menekankan pentingnya STDB sebagai dasar pendataan dan legalitas usaha perkebunan kelapa sawit rakyat. Menurutnya, data yang akurat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah bagi pekebun.

STDB dapat diibaratkan sebagai KTP bagi kebun rakyat. Dokumen ini bukan hanya menjadi bagian dari legalitas usaha perkebunan, tetapi juga menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperoleh data yang akurat dan menentukan arah kebijakan serta dukungan bagi pekebun,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Tim STDB memiliki peran strategis dalam memastikan kualitas data melalui verifikasi lapangan, pemetaan koordinat atau poligon, serta validasi dokumen. Data yang valid dapat menjadi dasar untuk mendukung berbagai program perkebunan, termasuk Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), bantuan sarana dan prasarana, serta pemenuhan kebutuhan ketertelusuran atau traceability dalam rantai pasok kelapa sawit.

“Dari sawit, untuk sawit, dan untuk kesejahteraan pekebun di daerah. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata di lapangan. Kualitas data hari ini akan menentukan ketepatan kebijakan dan bantuan bagi pekebun di masa mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial, S.P., M.Si., menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas Tim STDB dalam mendukung tertib administrasi dan kualitas data perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Seluma.

Dinas Pertanian Kabupaten Seluma bersama DGL Learning Institute menggelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Tim STDB di Grage Hotel Bengkulu, Senin-Rabu (26-28/10/2026).

“Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam proses pendataan, pemetaan, serta verifikasi dokumen STDB. Data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan perkebunan dan memastikan program pemerintah dapat menjangkau pekebun secara tepat sasaran,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai regulasi dan alur penerbitan STDB, teknik pendataan, pemetaan menggunakan GPS, penginputan aplikasi, serta verifikasi data. Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan peserta dalam menghadapi berbagai tantangan pendataan di lapangan.

Melalui kolaborasi antara Dinas Pertanian Kabupaten Seluma dan DGL Learning Institute, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi Tim STDB sekaligus meningkatkan kualitas pendataan perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Seluma.

Peningkatan kapasitas ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong tata kelola perkebunan yang lebih tertib administrasi, akurat, dan berkelanjutan, sehingga data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan serta pelaksanaan program pembangunan perkebunan yang lebih tepat sasaran.(*)

Type and hit Enter to search

Close