![]() |
| Badan Riset dan Inovasi Nasional menggelar Focus Group Discussion COCOPYRO di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (22/7).(Foto: BRIN) |
GENKEBUN.COM – Limbah tempurung kelapa menjadi fokus pengembangan riset bersama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Xiamen University, Tiongkok. Kolaborasi ini mengembangkan teknologi pirolisis katalitik untuk menghasilkan biofuel dan material karbon yang mendukung teknologi penyimpanan energi berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari skema RIIM Kolaborasi Internasional dengan Tiongkok melalui Ministry of Science and Technology (MOST). Pembahasannya berlangsung dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Synergistic Valorization of Waste Coconut Shell via Catalytic Pyrolysis: Co-Production of Biofuels and High-Performance Activated Carbon for Energy Storage (COCOPYRO) di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (22/7).
Pada forum tersebut, Kepala Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN Akbar Hanif Dawam menjelaskan kolaborasi riset memadukan potensi biomassa Indonesia dengan keahlian mitra dari Tiongkok pada bidang material dan teknologi penyimpanan energi.
“Kolaborasi dengan Tiongkok menjadi peluang untuk memperkuat pengembangan riset dengan menggabungkan potensi sumber daya biomassa Indonesia dan keahlian dalam pengembangan material serta teknologi penyimpanan energi,” ujar Akbar, dikutip dari laman BRIN.
FGD mempertemukan peneliti, akademisi, pelaku industri, serta pemangku kepentingan dari Indonesia, Tiongkok, Malaysia, dan India. Pertemuan tersebut membahas perkembangan riset COCOPYRO sekaligus arah pengembangan teknologi yang sedang dijalankan.
Pembahasan riset dibagi ke dalam empat kelompok tugas yang mencakup penyiapan katalis, proses pirolisis katalitik, modifikasi karbon berpori, hingga pengembangan perangkat penyimpanan energi berbasis biomassa.
Selain membahas tahapan pengembangan teknologi, para peneliti dari BRIN, Xiamen University, dan perguruan tinggi mitra turut memaparkan hasil penelitian, perkembangan riset yang sedang berjalan, serta rencana pengembangan teknologi pada tahap berikutnya.
Kegiatan tersebut juga melibatkan sektor industri sebagai bagian dari pembahasan pengembangan hasil riset. Keterlibatan ini berkaitan dengan upaya mengembangkan teknologi menjadi produk yang dapat diterapkan dalam skala lebih luas dan memiliki nilai tambah.
Koordinator proyek COCOPYRO sekaligus Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN Prof. Widya Fatriasari menyampaikan berbagai masukan yang diperoleh selama FGD menjadi bahan dalam penyusunan arah pengembangan penelitian berikutnya sekaligus memperkuat sinergi antartim.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke sejumlah laboratorium di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie. Fasilitas yang dikunjungi meliputi laboratorium baterai, laboratorium fisika, dan laboratorium bahan bakar yang berpotensi mendukung pengembangan riset COCOPYRO.
Melalui kolaborasi tersebut, BRIN bersama Xiamen University mengembangkan teknologi konversi biomassa yang memanfaatkan limbah tempurung kelapa menjadi biofuel dan material karbon untuk penyimpanan energi, sekaligus mendukung pengembangan energi bersih dan ekonomi sirkular.(*)

Social Footer