GENKEBUN.COM - SIEXPO 2026 resmi dibuka di SKA Co-Ex, Pekanbaru, dengan menghadirkan 185 booth yang menjadi ruang kolaborasi industri sawit.
Ajang tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, pekebun, penyedia teknologi, serta sektor keuangan dalam satu forum industri sawit.
Ketua Panitia Pelaksana SIEXPO 2026 Qayuum Amri mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan industri sawit.
Kegiatan ini juga sudah berskala regional dengan melibatkan peserta dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan negara produsen sawit lainnya. Ini menunjukkan Riau mulai menjadi rujukan sekaligus barometer industri sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing," ujar Qayuum Amri.
SIEXPO 2026 mengusung tema Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit dengan menghadirkan peserta dari berbagai sektor pendukung.
Sektor yang hadir dalam pameran tersebut mencakup pupuk, mekanisasi, produk hilir, teknologi, hingga industri jasa keuangan.
Pameran SIEXPO 2026 menarik perhatian pengunjung sejak hari pertama dengan jumlah kunjungan mencapai 4.000 orang.
"Kami berharap SIEXPO tidak hanya menghasilkan diskusi dan pameran, tetapi juga melahirkan kesepakatan, transfer teknologi, perluasan pasar, investasi baru, serta keberpihakan yang semakin kuat kepada perkebunan rakyat," kata SF Hariyanto.
Selain pameran, SIEXPO 2026 menargetkan jumlah kunjungan lebih dari 10.000 orang selama tiga hari pelaksanaan kegiatan.
Ketua Dewan Pengarah SIEXPO Dr. Gulat Manurung menyebut realisasi PSR Riau telah mencapai 118 persen dari target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Menurut Gulat, capaian tersebut didukung kolaborasi organisasi petani, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Riau menjadi satu-satunya provinsi yang mampu melampaui target PSR nasional," kata Gulat Manurung.
Selain PSR, Gulat mendorong pembangunan Palm Oil Institute di Riau sebagai pusat pengembangan riset, inovasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia industri sawit.***

Social Footer