Breaking News

"Perkebunan Durian Bawor Jadi Ikon Desa Alasmalang, Bibit dan Buah Menghiasi Sepanjang Jalan"

Desa Wisata Alasmalang menggelar kegiatan wisata edukasi Durianpark di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas.

Banyumas,GENKEBUN.COM– Desa Wisata Alasmalang, yang terletak di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merupakan destinasi unggulan yang memadukan keindahan alam perkebunan dengan edukasi pertanian.

Mengusung tema “Durianpark”, Desa Wisata Alasmalang mengembangkan potensi budidaya durian sebagai bagian dari kegiatan pertanian sekaligus wisata edukasi. Durian Bawor menjadi ikon utama yang dikenal di kawasan tersebut.

Dilansir dari laman (dinas dan pemuda dan olahraga ), Desa Wisata Alasmalang yang berlokasi di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merupakan destinasi unggulan bertema "Durianpark" yang memanfaatkan keunggulan topografi dataran tinggi serta tanah suburnya untuk mempopulerkan ikon utamanya, yaitu Durian Bawor varietas dengan ciri khas daging tebal, padat, biji kecil, serta rasa legit berpadu pahit. Desa ini mengusung konsep wisata edukasi dari hulu ke hilir yang mengajak pengunjung belajar teknik okulasi bibit di Gubug Samcuk, membuat dodol durian di Gubug Dodol, mengolah limbah kulit durian menjadi pupuk organik dan pakan cacing, hingga memerah susu kambing etawa jenis Sanen. Selain potensi pertaniannya, Alasmalang memelihara tradisi spiritual dan gotong royong melalui ritual Event Suran (Sedekah Bumi) berwujud gunungan durian, tradisi Nyadran menjelang Ramadhan, serta pertunjukan Seni Tribing (Santri Ngibing) yang mengombinasikan musik jidur, terbang, dan seni modern. Seluruh pengalaman tersebut makin lengkap dengan sajian kuliner khas Tumpeng Bosok serta dukungan fasilitas penunjang seperti homestay, area parkir luas, aula Pendopo Tugu Durian, hingga jangkauan listrik dan telekomunikasi di seluruh kawasan desa.

Kondisi topografi dataran tinggi dan tanah subur menjadi bagian dari lingkungan budidaya durian di Desa Wisata Alasmalang. Perkebunan durian berkembang di sejumlah kawasan desa dan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.

Durian Bawor memiliki karakteristik berupa daging buah tebal dan padat, biji berukuran kecil, serta cita rasa legit dengan perpaduan rasa pahit. Karakter tersebut menjadi ciri yang diperkenalkan melalui konsep wisata Durianpark.

Pemandangan bibit dan buah durian dapat ditemui di sepanjang jalan kawasan Desa Wisata Alasmalang. Keberadaan tanaman durian tersebut memperlihatkan aktivitas pembibitan dan budidaya yang menjadi bagian dari potensi pertanian setempat.

Konsep wisata yang dikembangkan tidak hanya berkaitan dengan hasil buah durian. Desa Wisata Alasmalang juga menyediakan kegiatan edukasi pertanian yang memperkenalkan proses budidaya dan pengolahan hasil pertanian kepada pengunjung.

Beberapa kegiatan edukasi yang tersedia meliputi:

  • Edukasi Samcuk atau Sambung Pucuk yang memperkenalkan teknik okulasi bibit durian diGubug Samcuk.
  • Edukasi pembuatan dodol durian melalui kegiatan Ngaduk Dodol Durian di Gubug Dodol.
  • Edukasi pengolahan kulit durian menjadi pupuk organik dan pakan cacing.
  • Kegiatan peternakan berupa pengalaman memerah susu kambing etawa jenis Sanen.

Selain kegiatan pertanian, Desa Wisata Alasmalang memiliki sejumlah tradisi masyarakat yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan budaya setempat. Tradisi tersebut menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.

Event Suran atau Sedekah Bumi dilaksanakan sebagai ritual syukur atas hasil bumi dengan penyusunan gunungan hasil pertanian dan durian. Tradisi Nyadran juga dilakukan menjelang bulan suci Ramadhan.

Kesenian Tribing atau Santri Ngibing menjadi bagian lain dari kegiatan budaya di Desa Wisata Alasmalang. Pertunjukan tersebut memadukan musik jidur, terbang, serta unsur seni modern dalam satu sajian.

Dari sisi kuliner, pengunjung dapat mengenal Tumpeng Bosok sebagai sajian tradisional khas yang tersedia di kawasan Desa Wisata Alasmalang. Kuliner tersebut menjadi bagian dari pengalaman wisata berbasis potensi lokal.

Untuk mendukung aktivitas kunjungan, kawasan Desa Wisata Alasmalang dilengkapi sejumlah fasilitas. Fasilitas tersebut mencakup homestay, area parkir luas, serta aula Pendopo Tugu Durian sebagai salah satu fasilitas pertemuan.

Akses listrik dan jaringan telekomunikasi juga tersedia di seluruh kawasan desa. Lokasinya berada di sekitar jalur jalan nasional sehingga kawasan Desa Wisata Alasmalang dapat dijangkau dari sejumlah wilayah.

Dengan keberadaan perkebunan durian, pembibitan, pengolahan hasil, edukasi pertanian, tradisi budaya, serta fasilitas pendukung, Desa Wisata Alasmalang mengembangkan Durianpark sebagai konsep wisata yang menggabungkan aktivitas pertanian dan pengalaman kunjungan di kawasan pedesaan.(*)

Type and hit Enter to search

Close