![]() | |
| Institut Pertanian Bogor (IPB) University melalui program Perspektif di Bogor, Jawa Barat, Selasa (05/08/2026). JAWA BARAT, GENKEBUN.COM – Banyak orang memilih buah yang sudah matang karena rasanya lebih manis. Hal ini karena buah matang memiliki kandungan gula yang lebih tinggi dibanding buah yang masih mengkal. Kondisi tersebut terjadi sebagai bagian dari proses pematangan yang berlangsung secara alami pada buah. Selama proses pematangan, berbagai perubahan kimia terjadi di dalam jaringan buah. Salah satu perubahan yang paling berpengaruh terhadap rasa adalah berubahnya pati menjadi gula sederhana. Perubahan inilah yang membuat buah terasa semakin manis ketika mencapai tingkat kematangan tertentu. Penjelasan mengenai proses tersebut disampaikan oleh pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University dalam program Perspektif. Pembahasan itu menguraikan perubahan yang terjadi pada buah selama pematangan hingga memengaruhi kandungan gula dan cita rasanya. “Selama proses pematangan, pati kompleks di dalam buah akan berubah menjadi gula sederhana, seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Makanya, makin matang buahnya, makin tinggi juga kandungan gulanya dan rasanya jadi semakin manis” ujar dalam program Perspektif yang tayang di YouTube IPB TV, dikutip dari laman IPB University Bogor Indonesia. Perubahan pati menjadi gula sederhana berlangsung seiring proses pematangan buah. Gula sederhana berupa glukosa, fruktosa, dan sukrosa inilah yang membuat rasa buah menjadi lebih manis dibandingkan saat buah masih mengkal. Selain menjelaskan perubahan kandungan gula, pembahasan tersebut juga mengulas pilihan mengonsumsi buah dalam kondisi mengkal maupun matang. Penjelasan berikut berkaitan dengan manfaat mengonsumsi buah secara utuh. “Kalau konsumsi buah, sebaiknya buah yang utuh karena buah utuh mengandung serat. Dua-duanya, baik buah mengkal maupun matang, tetap jauh lebih baik daripada ngemil junk food,” ujarnya dalam program Perspektif yang tayang di YouTube IPB TV, dikutip dari laman IPB University Bogor Indonesia. Buah utuh mengandung serat yang tetap bermanfaat saat dikonsumsi. Baik buah yang masih mengkal maupun yang telah matang tetap dapat menjadi pilihan, dengan karakteristik rasa yang berbeda sesuai tingkat kematangannya. Selain memengaruhi rasa, proses pematangan juga diikuti perubahan pada tekstur buah. Seiring tingkat kematangan meningkat, tekstur buah umumnya menjadi lebih lunak sehingga lebih mudah dikonsumsi. Di samping itu, perubahan warna juga menjadi salah satu ciri yang muncul selama pematangan. Warna buah berkembang secara alami bersamaan dengan perubahan yang terjadi di dalam jaringan buah hingga mencapai kondisi matang. Secara keseluruhan, proses pematangan menyebabkan pati kompleks di dalam buah berubah menjadi gula sederhana. Perubahan tersebut membuat kandungan gula meningkat sehingga buah yang matang memiliki rasa lebih manis dibandingkan buah yang masih mengkal.(*) |

Social Footer