Percepatan tanam dilakukan melalui Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) dengan memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan), mulai dari pompa air hingga Atabela Drum Seeder.
Dilansir dari laman Kementan RI, Atabela Drum Seeder merupakan teknologi Tanam Benih Langsung (Tabela) yang diterapkan dalam sistem PM-AAS. Alat tersebut dapat menggunakan rasio lubang 4:1 atau 6:1.
Pompanisasi menjadi bagian awal untuk menghadapi keterbatasan air. Air dari sumber terdekat, seperti sungai dan saluran irigasi, dipompa kemudian dialirkan ke lahan sawah yang membutuhkan pasokan.
Setelah air tersedia, pengolahan lahan dilakukan menggunakan traktor roda dua dan roda empat. Penggunaan kedua jenis traktor tersebut membantu mempercepat pengolahan tanah sehingga lahan dapat segera ditanami.
Dengan waktu pengolahan yang lebih singkat, jeda antara tersedianya air dan pelaksanaan tanam dapat ditekan. Hal ini menjadi bagian dari upaya mengejar masa tanam saat pasokan air mulai berkurang.
Tahap berikutnya dilakukan menggunakan Atabela Drum Seeder, teknologi Tanam Benih Langsung yang membantu mengatur keluarnya benih secara otomatis dan teratur saat proses penanaman padi.
Atabela Drum Seeder dapat menerapkan rasio lubang 4:1 atau 6:1 yang mendukung pola tanam seperti jajar legowo. Teknologi ini menjadi bagian dari penerapan sistem tanam dalam PM-AAS.
Penggunaan teknologi tersebut memberikan beberapa manfaat, di antaranya mempercepat proses tanam, menghemat penggunaan benih, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, serta membantu mengoptimalkan populasi tanaman di lahan.
Rangkaian penggunaan alsintan dilakukan mulai dari penyediaan air, pengolahan tanah, hingga penanaman benih. Setiap tahapan dilakukan untuk mempercepat proses budidaya padi di tengah keterbatasan air.
Penerapan alsintan secara terpadu menjadi bagian dari pelaksanaan PM-AAS di Dadahup. Pemanfaatan teknologi tersebut membantu penggunaan waktu dan sumber daya secara lebih efisien selama musim kemarau.
Pompa air digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasokan air, sementara traktor mempercepat pengolahan lahan. Setelah itu, Atabela Drum Seeder digunakan untuk membantu mempercepat proses penanaman benih.
Penggunaan berbagai jenis alsintan tersebut membuat tahapan budidaya padi dapat dilakukan dengan waktu yang lebih singkat. Pola ini diterapkan untuk mengejar masa tanam sebelum kondisi sawah semakin kering.
Di Dadahup, pemanfaatan alsintan dalam PM-AAS menjadi bagian dari upaya mempercepat tanam padi saat ketersediaan air mulai terbatas. Teknologi digunakan pada setiap tahapan, dari air hingga penanaman.(*)

Social Footer