![]() |
| DGL Learning Institute menggelar Pelatihan Teknis Budi Daya Kelapa Sawit bagi pekebun rakyat di Hotel Grage Bengkulu pada Selasa (18/08/2026). |
GENKEBUN.COM - DGL Learning Institute melatih 142 pekebun asal Bengkulu Tengah melalui Pelatihan Teknis Budi Daya Kelapa Sawit Tahun 2026.
Kegiatan yang dibuka Selasa (18/08/2026) di Hotel Grage Bengkulu tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026.
Direktur Utama PT Daya Guna Lestari, M. Gema Aliza Putra, menyampaikan pelatihan perlu memberikan manfaat yang dapat diterapkan peserta setelah kembali ke kebun.
Kami tidak ingin peserta hanya datang, duduk, mendengar, lalu pulang membawa sertifikat. Kami ingin peserta pulang membawa ilmu, pemahaman baru, dan rencana perbaikan untuk kebun masing-masing," ujar Gema.
Materi pelatihan mencakup pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengendalian gulma, hama dan penyakit, sanitasi kebun, serta praktik kebun yang baik.
DGL menjaga kualitas pelatihan melalui instruktur kompeten, materi relevan, metode pembelajaran yang mudah dipahami, diskusi aktif, serta praktik yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.
Pembelajaran juga dilanjutkan melalui Learning Management System (LMS) DGL untuk penguatan materi dan monitoring pascapelatihan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah Helmi Yuliandri menyebut program pengembangan dan peremajaan perkebunan rakyat berkaitan dengan peningkatan produktivitas serta keberlanjutan sawit di daerah.
"Program pengembangan dan peremajaan perkebunan rakyat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan perkebunan kelapa sawit di daerah," ujarnya.
Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Bengkulu Tengah telah dilaksanakan sejak 2018, namun masih terdapat berbagai persoalan di lapangan yang membutuhkan pembinaan dan penguatan kapasitas pekebun.
Luas perkebunan kelapa sawit Bengkulu Tengah mencapai sekitar 56.245 hektare, terdiri atas 44.567 hektare perkebunan sawit rakyat dan 11.678 hektare perkebunan perusahaan.
Produktivitas pekebun sawit rakyat berada di kisaran 14 ton per hektare per tahun, sedangkan potensi produksinya mencapai sekitar 30–35 ton per hektare per tahun.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu Sri Herlin Despita menyebut peningkatan kapasitas SDM menjadi faktor penting dalam menjawab tantangan perkebunan.
"Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan penting dalam mendukung perekonomian masyarakat dan pembangunan daerah," ucapnya.
Menurut Sri, tantangan perkebunan mencakup produktivitas kebun rakyat yang belum optimal, penerapan teknologi budi daya yang belum merata, kualitas benih, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, pemeliharaan, hingga panen dan pascapanen.
Pelatihan tersebut menjadi ruang bagi pekebun untuk bertukar pengalaman dan membahas berbagai persoalan nyata yang dihadapi di kebun masing-masing.(*)

Social Footer