Breaking News

20 Tahun Menanti, Petani Cirebon Kini Dapat Irigasi Perpipaan 2.400 Meter

Kementerian Pertanian dalam program bantuan irigasi perpipaan di Cirebon, Sabtu (22/8/2026).

GENKEBUN.COM – Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani di Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendapatkan bantuan irigasi perpipaan sepanjang 2.400 meter dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Bantuan tersebut diberikan setelah petani menghadapi keterbatasan akses air selama puluhan tahun. Jaringan irigasi itu menjadi bagian dari penguatan ketersediaan air untuk lahan pertanian di wilayah tersebut.

Dilansir dari laman Kementan RI, pada 2026 Kementan menargetkan 89.600 unit kegiatan yang diproyeksikan mendukung pengairan sekitar 2,1 juta hektare lahan pertanian di berbagai daerah.

Bagi Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani, bantuan irigasi perpipaan sepanjang 2.400 meter tersebut berkaitan dengan kebutuhan pengairan lahan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani, M Saeproni, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan pemerintah melalui Kementan untuk kebutuhan pengairan lahan pertanian kelompoknya di Kabupaten Cirebon.

Penantian terhadap fasilitas pengairan tersebut berlangsung selama 20 tahun. Ketersediaan jaringan irigasi perpipaan kini menambah sarana pengairan yang dapat dimanfaatkan kelompok tani di Desa Susukan.

Bantuan untuk petani Cirebon tersebut merupakan bagian dari program Kementan dalam memperkuat ketersediaan air pertanian di berbagai daerah, terutama menghadapi musim kemarau dan ancaman kekeringan.

Pada 2026, program Kementan mencakup Irigasi Perpompaan (Irpom) sebanyak 17.400 unit serta Irigasi Perpipaan (Irpip) sebanyak 3.500 unit sebagai bagian dari target penguatan pengairan pertanian.

Selain Irpom dan Irpip, Kementan menargetkan pompanisasi sebanyak 56.000 unit. Program tersebut ditargetkan mampu melayani sekitar 1,1 juta hektare lahan pertanian pada 2026.

Kementan juga mencakup penguatan infrastruktur air melalui irigasi, pompanisasi, embung, serta rehabilitasi jaringan irigasi untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian di berbagai wilayah.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut air sebagai salah satu faktor utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian, sehingga persoalan ketersediaan air menjadi perhatian dalam program pengairan.

Menurut Amran, penguatan infrastruktur air dilakukan agar petani tidak kehilangan musim tanam akibat kekurangan air. Program tersebut mencakup irigasi, pompanisasi, embung, hingga rehabilitasi jaringan irigasi.

Penguatan infrastruktur air juga dikaitkan dengan upaya menjaga produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim, termasuk melalui penyediaan air bagi lahan pertanian yang membutuhkan.

Bantuan irigasi perpipaan sepanjang 2.400 meter di Desa Susukan menjadi bagian dari program penguatan infrastruktur air pertanian Kementan pada 2026, bersama berbagai kegiatan pengairan di daerah lainnya.(*)

Type and hit Enter to search

Close