Breaking News

Mahasiswa KKN Ajarkan Produksi Sirup Pala, Buka Peluang Usaha Baru bagi Petani

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata kolaborasi Universitas Khairun, Universitas Halmahera, dan Universitas Gadjah Mada melaksanakan pelatihan sirup pala di Desa MKCM, Halmahera Utara, Minggu (26/7/2026).

GENKEBUN.COM Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi menggelar pelatihan pembuatan sirup pala di Desa MKCM, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Kegiatan ini membekali petani dengan keterampilan mengolah hasil panen sekaligus mendorong lahirnya peluang usaha berbasis olahan rempah.

Pelatihan tersebut merupakan kolaborasi Universitas Khairun (Unkhair), Universitas Halmahera (Uniera), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Program ini berfokus pada pemanfaatan daging buah pala yang selama ini belum dikelola secara optimal menjadi produk siap konsumsi bernilai tambah.

Dilansir dari laman UNKHAIR, kegiatan berlangsung di Kantor Desa MKCM, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, serta diikuti kepala desa, perangkat desa, dan 15 petani pala serta kelapa. Program tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah pala melalui pengolahan daging buah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Selama pelatihan, peserta mempelajari proses pembuatan sirup pala mulai dari pembersihan bahan baku, perendaman untuk mengurangi rasa sepat, perebusan dengan komposisi gula yang tepat, hingga teknik pengemasan yang higienis.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menyaksikan proses pembuatan sirup pala, tetapi juga mempraktikkan setiap tahapan produksi, kemudian mencicipi hasil olahan sambil berdiskusi mengenai peluang pemasaran produk tersebut.

Selain praktik produksi, peserta juga memperoleh informasi mengenai potensi pemasaran sirup pala sebagai komoditas olahan yang memiliki nilai ekonomi. Pembahasan tersebut melengkapi pelatihan agar pengolahan hasil panen dapat memberikan nilai tambah.

Sebagai bagian dari pendampingan berkelanjutan, mahasiswa KKN kolaborasi menyerahkan Modul Panduan Pembuatan Sirup Pala kepada Pemerintah Desa MKCM dan perwakilan kelompok tani. Modul itu disiapkan sebagai acuan produksi yang dapat digunakan secara mandiri.

Isi modul memuat sejumlah materi penting yang mendukung proses produksi, antara lain:

  • Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi.
  • Resep pembuatan sirup pala.
  • Panduan higienitas pengolahan.
  • Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP).

Melalui modul tersebut, masyarakat memiliki pedoman yang sama dalam memproduksi sirup pala. Materi yang disusun juga membantu pelaksanaan produksi sesuai tahapan yang telah diperkenalkan selama pelatihan berlangsung.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengolahan pala. Peserta juga memperoleh sosialisasi mengenai peremajaan tanaman pala, pemanfaatan tempurung kelapa menjadi briket, serta penentuan harga jual berdasarkan HPP.

Materi mengenai HPP diberikan agar peserta memahami cara menghitung biaya produksi sebagai dasar dalam menentukan harga jual produk olahan. Perhitungan tersebut menjadi salah satu bekal dalam mengembangkan usaha berbasis hasil perkebunan.

Selain itu, pelatihan turut mengenalkan pemanfaatan tempurung kelapa sebagai bahan baku pembuatan briket. Pemanfaatan hasil samping perkebunan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas yang tersedia di desa.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut mendukung pengembangan usaha mikro berbasis olahan rempah sekaligus memperkuat pemanfaatan potensi komoditas lokal.

Melalui rangkaian pelatihan dan pendampingan tersebut, petani memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah pala menjadi sirup siap konsumsi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan usaha mikro berbasis olahan rempah di Desa MKCM.(*)

Type and hit Enter to search

Close