Breaking News

Indonesia dan Tiongkok Buka Peluang Ekspor Durian Segar dan Kelapa Lewat Kerja Sama Two Countries Twin Parks

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengikuti Tripartite High-Level Meeting kerja sama Two Countries, Twin Parks di Fuzhou, Kamis (2/7/2026). (Foto: Ekon)

Fuzhou, Tiongkok, GENKEBUN.COM - Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok membahas peluang pembukaan akses pasar bagi ekspor durian segar dan kelapa melalui kerja sama Two Countries, Twin Parks (TCTP).

Pembahasan tersebut berlangsung dalam Tripartite High-Level Meeting di Fuzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok, yang mempertemukan delegasi Indonesia, Kementerian Perdagangan RRT, dan Pemerintah Provinsi Fujian.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara mengevaluasi perkembangan implementasi TCTP sekaligus membahas sejumlah agenda prioritas untuk memperkuat kerja sama ekonomi.

Dalam Tripartite High-Level Meeting itu, Pemerintah Indonesia, Kementerian Perdagangan RRT (MOFCOM), dan Pemerintah Provinsi Fujian mengevaluasi perkembangan implementasi TCTP sekaligus menyepakati langkah-langkah percepatan program prioritas kerja sama kedua negara,” ungkap Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon.

Agenda pembahasan meliputi percepatan penyelesaian proyek unggulan, perluasan cakupan kawasan TCTP, finalisasi Roadmap TCTP 2026, serta penguatan konektivitas logistik dan pariwisata.

Selain itu, pertemuan juga membahas peluang pembukaan akses pasar bagi sejumlah komoditas unggulan Indonesia, termasuk durian segar dan kelapa, ke pasar Tiongkok.

Tidak hanya itu, kedua pihak turut menjajaki pembukaan rute pelayaran langsung antara Fujian dan kawasan TCTP di Indonesia guna mendukung kelancaran arus perdagangan.

Rangkaian kegiatan tersebut juga diisi dengan business matching dan penandatanganan nota kesepahaman antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok di berbagai sektor.

Sebanyak 10 nota kesepahaman ditandatangani dalam China-Indonesia TCTP Economic and Trade Cooperation Matchmaking Conference di Fujian Fuyao University of Science and Technology, Fuzhou.

Kesepakatan itu menghasilkan komitmen investasi baru sekitar USD500 juta yang mencakup sektor biomedis, perdagangan digital, kendaraan listrik, elektronik konsumen, hingga kerja sama akademik dan riset.

“Untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%, investasi adalah salah satu pendorong utama, khususnya di provinsi-provinsi yang terlibat dalam kerja sama TCTP. Kami mengharapkan target dapat dicapai lebih cepat dibandingkan dengan provinsi lainnya”, ujar Deputi Ali.

Dengan tambahan komitmen investasi tersebut, total komitmen investasi yang dihimpun melalui kerja sama TCTP kini mencapai sekitar USD10,5 miliar, setelah sebelumnya mencapai USD10 miliar yang diumumkan pada Februari 2026 di Jakarta.

Pada kesempatan terpisah, Delegasi Indonesia juga bertemu dengan Wakil Gubernur Provinsi Fujian yang menyampaikan dukungan terhadap implementasi TCTP melalui penguatan fasilitasi investasi, promosi kawasan, dan pengembangan pusat layanan TCTP sebagai sarana koordinasi serta penyelesaian hambatan pelaksanaan kerja sama kedua negara.***

Type and hit Enter to search

Close