Breaking News

Gandeng UNNES dan UNTAN, Kontes Durian Pontianak Bedah Karakter Buah Lokal

FMIPA UNNES dalam Sarasehan dan Kontes Durian pada Pameran Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa (19/7/2026)


Pontianak, GENKEBUN.COM – Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang (FMIPA UNNES), Prof. Dr. Ir. Amin Retnoningsih, M.Si., hadir sebagai narasumber Sarasehan Durian sekaligus salah satu juri Kontes Durian dalam Pameran Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa 2026.

Pameran Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa 2026 berlangsung pada 15–19 Juli 2026 di Pontianak, Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi, promosi, dan apresiasi terhadap kekayaan hayati daerah.

Dilansir dari laman UNNES, kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas GERAM pada 15–19 Juli 2026 di Pontianak ini menghadirkan lima narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Ir. Amin Retnoningsih, M.Si. (UNNES), Prof. Dr. Ir. Syaiful Anwar, M.Si. (UNDIP), Dietmar Frick (Jerman), Thomas Harryanto (AKDI), dan Dr. Tatang Abdurrahman, SP. MP. (UNTAN). Selain melibatkan akademisi dan mahasiswa dari empat fakultas di UNTAN, kegiatan ini juga mendukung pencapaian empat target Sustainable Development Goals, yakni SDG 2, SDG 8, SDG 15, dan SDG 17. Sejalan dengan hal tersebut, Prof. Amin menyatakan bahwa festival durian tidak boleh berhenti pada pengumuman juara semata, melainkan menjadi pintu masuk untuk menemukan kandidat unggul, memverifikasi pohon asal, dan membangun sistem ketertelusuran yang membawa manfaat nyata bagi petani serta daerah.

Rangkaian kegiatan durian pada 19 Juli 2026 meliputi Sarasehan Durian dan Kontes Durian yang mempertemukan akademisi, pengamat durian, komunitas, petani, serta pemangku kepentingan terkait komoditas tersebut.

Dalam sarasehan tersebut, pembahasan mencakup sejumlah aspek terkait durian, mulai dari budidaya, mutu buah, pengenalan durian unggul, hingga peluang peningkatan daya saing durian lokal Kalimantan Barat.

Sementara itu, Kontes Durian tahun ini memadukan penilaian festival dengan proses karakterisasi buah untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai durian yang menjadi peserta kontes.

Karakterisasi dilakukan dengan mengamati sejumlah bagian dan atribut buah, meliputi karakter buah, arilus atau daging buah, biji, kulit, aroma, rasa, tekstur, serta catatan mutu.

Pengamatan tersebut dilakukan langsung oleh tim juri dan narasumber terhadap karakter buah dan daging durian sebagai bagian dari proses karakterisasi durian unggul Kalimantan Barat.

Hasil karakterisasi kemudian menjadi bagian awal dalam penyusunan basis data durian, khususnya untuk mencatat identitas buah, asal, karakter morfologi, dokumentasi foto, serta data mutu.

Basis data tersebut dapat mendukung sejumlah kebutuhan dalam pengembangan durian, meliputi:
  • Penetapan pohon induk dan penyediaan sumber entres.
  • Pengembangan bibit unggul berdasarkan data karakter buah.
  • Perlindungan plasma nutfah durian lokal.
Standardisasi mutu dan pengembangan produk durian.Proses karakterisasi juga melibatkan dosen muda Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura serta mahasiswa dari Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, serta Fakultas Hukum.

Keterlibatan lintas fakultas tersebut mencakup berbagai bidang yang berkaitan dengan pengembangan durian, mulai dari agronomi, ekonomi, kewirausahaan, sosial, hukum, perlindungan varietas, hingga tata kelola rantai nilai.

Penyusunan basis data durian juga mencakup identifikasi pohon asal dan pengamatan karakter buah secara berulang pada musim berikutnya. Data tersebut diperlukan untuk membangun sistem ketertelusuran durian.

Kolaborasi antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, Universitas Tanjungpura, komunitas durian, petani, panitia kegiatan, serta pemangku kepentingan menjadi bagian dari upaya pendataan durian Kalimantan Barat.

Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui proses karakterisasi dan pendataan tersebut, durian lokal Kalimantan Barat dicatat berdasarkan identitas, asal pohon, karakter morfologi, dokumentasi visual, dan mutu buah untuk mendukung pendataan sumber daya genetik.(*)

Type and hit Enter to search

Close