GENKEBUN.COM - DGL Learning Institute bersama Politeknik Kutaraja Banda Aceh menggelar Pelatihan Budi Daya Kakao bagi 30 petani di Sabang pada 27-30 Juli 2026.
Pelatihan tersebut mengusung tema Peningkatan Mutu, Nilai Tambah dan Rantai Pasok Berkelanjutan Menuju Kakao Premium melalui kolaborasi kedua lembaga.
Kegiatan tidak dilaksanakan dalam bentuk kelas atau pembelajaran di dalam ruangan. Seluruh rangkaian pelatihan berlangsung langsung di kebun kakao milik petani peserta.
Tim pendamping mendatangi kebun masing-masing peserta untuk memberikan arahan praktis mengenai proses penanaman kakao yang baik sesuai kondisi lahan.
Selain itu, pendampingan juga mencakup pembahasan mengenai peningkatan mutu hasil panen serta peluang nilai tambah dari kebun kakao yang dikelola peserta.
Selama tiga hari pertama, mulai 27 hingga 29 Juli 2026, tim pendamping mengunjungi kebun petani secara bergiliran dalam kelompok kecil.
Pembagian kelompok dilakukan agar setiap kunjungan berlangsung lebih terfokus sesuai kondisi tanaman dan lahan yang dimiliki masing-masing peserta.
Dalam setiap kunjungan, tim melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi tanaman kakao beserta lahan yang menjadi lokasi pendampingan.
Tim juga memberikan arahan teknis mengenai penanaman dan perawatan kakao, meliputi pemangkasan, sanitasi kebun, serta penanganan hama dan penyakit sesuai kondisi di lapangan.
Selain penyampaian materi teknis, pendamping turut berdiskusi dengan petani mengenai berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan kebun.
Setiap kunjungan juga disertai masukan praktis untuk meningkatkan mutu hasil panen serta potensi nilai tambah kakao dari masing-masing kebun peserta.
Pada hari terakhir, 30 Juli 2026, seluruh peserta mengikuti sesi kumpul bersama sebagai penutup rangkaian pelatihan.
Sesi tersebut berisi pemaparan rangkuman hasil temuan dan rekomendasi berdasarkan kunjungan kebun yang telah berlangsung selama tiga hari sebelumnya.
Peserta juga mengikuti diskusi dan tanya jawab bersama sehingga hasil kunjungan setiap kebun dapat menjadi pembelajaran kolektif bagi seluruh petani.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian rencana tindak lanjut terkait peningkatan mutu dan rantai pasok kakao di Sabang, kemudian dilanjutkan dengan penutupan resmi pelatihan.(*)

Social Footer