![]() |
| Penyerahan penghargaan dalam agenda Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Sulawesi Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Kendari pada Jumat (29/05/2026). (Foto: Diskominfo Kolut) |
Kendari, GENKEBUN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara meraih penghargaan Terbaik III Penurunan Angka Pengangguran Tingkat Kabupaten pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Sulawesi Tahun 2026 di Kota Kendari, Jumat (29/05/2026).
Apresiasi bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia yang bekerja sama dengan harian Kompas sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan menekan pengangguran terbuka lewat penyerapan tenaga kerja lokal.
Bupati Kolaka Utara, Nur Rahman Umar, membeberkan kunci sukses wilayahnya dalam mendongkrak perekonomian masyarakat melalui sektor perkebunan unggulan daerah saat menghadiri acara penyerahan penghargaan di Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut.
“Program Revitalisasi Kakao merupakan sebuah terobosan untuk menurunkan angka pengangguran terbuka” ujar Nur Rahman, dikutip dari laman Diskominfo Kolut, Selasa (02/06/2026).
Langkah strategis melalui peremajaan tanaman kakao rakyat ini dinilai memberikan dampak nyata secara langsung. Pemkab menggerakkan roda ekonomi dari wilayah pedesaan hingga pusat perkotaan melalui komoditas perkebunan utama.
Proses penyerapan tenaga kerja di sektor agrobisnis ini menciptakan peluang penghasilan baru bagi warga. Aktivitas perekonomian masyarakat Kolaka Utara mengalami peningkatan signifikan setelah produktivitas lahan perkebunan rakyat berhasil digenjot kembali.
Beberapa program pendukung juga berjalan beriringan demi memperkuat struktur ekonomi daerah. Berikut adalah sejumlah faktor penting yang berkontribusi langsung dalam menekan angka pengangguran terbuka di wilayah Kolaka Utara:
- Kegiatan pembibitan perkebunan yang melibatkan kelompok tani lokal
- Pemeliharaan tanaman perkebunan massal secara intensif
- Pemberdayaan sektor hilirisasi pascapanen komoditas perkebunan
- Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai wilayah pedesaan
- Pelaksanaan program padat karya di tingkat desa menggunakan tenaga kerja lokal
“Usia-usia produktif terlibat dalam program ini, dimulai dari sektor hulu melalui budidaya kakao dan kini berkembang hingga ke sektor hilirisasi produksi,” ungkap Nur Rahman menjelaskan cakupan program hilirisasi komoditas unggulan itu.
Sektor hilirisasi yang berkembang memberikan ruang luas bagi pelaku usaha pengolahan hasil perkebunan. Lapangan pekerjaan baru tercipta mulai dari proses pemeliharaan, masa panen, hingga pengemasan produk cokelat siap jual.
Sinergi antara sektor perkebunan dan UMKM mempercepat perputaran uang di masyarakat. Skema padat karya di tingkat desa ikut membantu menyerap tenaga kerja yang belum tertampung pada sektor formal.
Pertumbuhan jumlah wirausaha baru di bidang pengolahan kakao memperkuat posisi daerah ini sebagai lumbung pangan. Pendekatan pembangunan berbasis potensi lokal terbukti efektif menyelesaikan masalah sosial ekonomi di tingkat akar rumput.
Pada kategori Penurunan Angka Pengangguran tingkat kabupaten ajang tersebut, Kabupaten Kolaka menempati posisi Terbaik I. Sementara itu, Kabupaten Konawe Kepulauan berada pada posisi Terbaik II, disusul Kabupaten Kolaka Utara pada peringkat Terbaik III.(*)

Social Footer