![]() |
| Foto: Agrinas Palma Nusantara |
Jakarta, GENKEBUN.COM – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perkebunan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) menjalin kemitraan dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi.
Pertemuan antara kedua belah pihak ini berlangsung di Menara Agrinas Palma, Jakarta, pada hari Rabu, 3 Juni 2026.
Dilansir dari laman Arinas Palma, Kamis (04/06/2026), Direktur Hubungan Kelembagaan PT APN, Cucu Somantri menjelaskan tugas perusahaan mengelola perkebunan sawit guna menyokong ketahanan energi serta kesiapan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).
Langkah bersama ini berjalan guna mendukung implementasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada aspek kedaulatan pangan serta kemandirian energi dari desa.
Komoditas kelapa sawit menjadi perhatian utama karena operasional perusahaan tersebar luas pada berbagai wilayah Indonesia dan memerlukan keterlibatan aktif masyarakat sekitar area kebun.
Warga desa sekitar dapat mengambil bagian mulai dari penyediaan tenaga kerja, pengelolaan kebun kemitraan plasma, hingga pengembangan aneka komoditas produktif secara bersama-sama.
Beberapa ruang lingkup aktivitas ekonomi yang dapat dikerjasamakan secara produktif oleh jaringan pelaku usaha desa meliputi poin-poin di bawah ini:
- Pengisian kebutuhan tenaga kerja perkebunan setempat.
- Kerja sama intensif program kemitraan plasma kelapa sawit.
- Budidaya tanaman pangan pendukung pada lahan potensial.
Selain tanaman kelapa sawit, kolaborasi ini membuka peluang pemanfaatan lahan untuk komoditas pangan lain seperti jagung, kacang kedelai, hingga ubi singkong.
Upaya ini menggeser pola pembangunan lama yang dinilai sepihak menjadi model pembangunan baru yang mengajak masyarakat desa tumbuh bersama dalam rantai nilai ekonomi.
Aliran investasi dan manfaat finansial dari aktivitas perkebunan kelapa sawit disalurkan langsung ke wilayah pedesaan agar kesenjangan ekonomi antardaerah dapat berkurang.
Langkah ini memosisikan wilayah pedesaan sebagai motor penggerak ekonomi baru melalui penguatan hilirisasi produk perkebunan, peternakan, serta komoditas unggulan lokal secara berkelanjutan.
Pertemuan tersebut membuahkan kesepahaman awal untuk menyusun langkah teknis yang lebih mendalam mengenai penguatan ekonomi warga di wilayah potensi kelapa sawit.(*)

Social Footer