Breaking News

Tembus Pasar AS hingga Eropa, Kopi Arabika Kahaya Bulukumba Kini Berstatus Specialty Coffee

Ketua Koperasi Mitra Mandiri Kahaya Marsan mendampingi para pemuda Desa Kahayya saat berbagi pengetahuan praktis tentang perawatan tanaman kopi guna meningkatkan kualitas hasil perkebunan rakyat di Kabupaten Bulukumba, Jumat (17/04/2026). (Foto: UNDP)

Bulukumba, GENKEBUN.COM – Komoditas kopi arabika dari Desa Kahaya, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, kini resmi naik kelas menjadi kopi spesialiti setelah berhasil menembus pasar internasional di Amerika Serikat hingga Eropa pada April 2026.

Perubahan besar pada sektor perkebunan rakyat ini terjadi setelah komunitas petani setempat memperbaiki tata cara budidaya serta penanganan pascapanen demi memenuhi standar kualitas pasar ekspor yang sangat ketat.

Dilansir dari laman United Nations Development Programme (UNDP), Kamis (14/01/2026), hasil uji rasa menunjukkan kualitas biji kopi daerah ini meningkat signifikan hingga mencapai skor penilaian cupping di atas angka 85.

Pencapaian nilai yang tinggi tersebut menempatkan hasil bumi dari lereng perbukitan Bulukumba ini ke dalam kategori eksklusif kopi spesialiti yang memiliki nilai jual tinggi di tingkat perdagangan global.

Keberhasilan ini didukung oleh program Global Environmental Facility Small Grants Programme (GEF SGP) yang dilaksanakan organisasi UNDP bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Melalui pendampingan dari lembaga internasional tersebut, para petani lokal yang tergabung dalam Koperasi Mitra Mandiri Kahaya (KMMK) mulai menerapkan sistem budidaya ramah lingkungan melalui metode agroforestri yang tepat.

Penerapan sistem agroforestri di kawasan pegunungan hulu sungai Bulukumba ini mengombinasikan tanaman kopi dengan pohon pelindung guna menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus mencegah terjadinya erosi tanah.

Langkah perbaikan mutu juga dilakukan melalui standarisasi pemanenan yang mewajibkan penerapan sistem petik merah serta penyempurnaan fasilitas penjemuran agar tidak lagi dilakukan secara sembarangan di atas tanah.

Koperasi KMMK mengorganisir seluruh rantai produksi secara mandiri sehingga mampu memperluas akses pasar baru dan memiliki posisi tawar yang kuat dalam menentukan harga komoditas kepada pihak pembeli.

Sebelum perbaikan sistem manajemen ini berjalan, harga jual produk mentah di tingkat tengkulak lokal sangat rendah karena cita rasa yang dihasilkan dinilai kurang konsisten serta cenderung dominan rasa tanah.

Kini komoditas unggulan perkebunan rakyat tersebut sukses dipasarkan ke berbagai wilayah dunia, meliputi negara tujuan ekspor yang tersebar luas seperti:
  • Amerika Serikat (AS)
  • Arab Saudi dan Dubai
  • Belanda, Jerman, serta Rusia
Peningkatan nilai ekonomi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda lokal untuk kembali ke desa dan mengelola lahan perkebunan peninggalan keluarga secara lebih produktif.

Aktivitas ekonomi yang mandiri di sektor perkebunan rakyat ini secara tidak langsung membantu operasional konservasi alam karena kelestarian tutupan lahan hutan perbukitan menjadi kunci utama kualitas aroma kopi.(*)

Type and hit Enter to search

Close