Breaking News

Sumatera Hingga Papua, Inilah Daftar 16 Provinsi Prioritas Program Cetak Sawah Rakyat 2026

(Foto: Kementan- Genkebun.com)

 Jakarta, GENKEBUN.COMMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menginstruksikan percepatan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) pada 16 provinsi prioritas guna memperkuat ketahanan pangan nasional di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (16/03/2026).

Langkah strategis ini mencakup penyelesaian kontrak lahan seluas 101.503 hektare yang tersebar dari wilayah Sumatera hingga Papua guna mengantisipasi krisis pangan global akibat fenomena iklim ekstrem yang tidak menentu.

Mentan memberikan instruksi khusus kepada seluruh jajaran kementerian serta unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar segera merampungkan administrasi dan pengerjaan fisik lapangan dalam waktu yang sangat terbatas.

“Waktunya tinggal satu bulan. Target kontrak cetak sawah 101 ribu hektare harus diselesaikan. Saya minta seluruh jajaran, termasuk TNI, bergerak cepat dan bekerja total. Ini penentu,” ujar Amran, dikutip dari laman Distanbun, Senin (16/03/2026).

Pemerintah menekankan bahwa perluasan areal tanam baru merupakan kewajiban mutlak bagi negara demi menjaga kedaulatan bangsa serta menghindari ketergantungan pada kebijakan impor dari negara-negara produsen pangan dunia.

“Kondisi iklim ekstrem bukan lagi pilihan, ini kewajiban kita untuk bersiap. Kalau pangan bermasalah, negara bermasalah. Karena itu TNI, pemerintah daerah, dan seluruh jajaran harus turun tangan. Ini perintah strategis untuk menjaga kedaulatan pangan,” tuturnya.

Daftar 16 provinsi yang menjadi fokus utama dalam pengerjaan proyek perluasan lahan produktif nasional tahun anggaran 2026 tersebut meliputi wilayah-wilayah strategis sebagai berikut:

  • Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Papua Selatan.

  • Gorontalo, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.

  • Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, serta Papua Barat Daya.

  • Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Riau, dan Kalimantan Utara.

Keberhasilan program ini sangat bergantung pada integrasi kerja antara pemerintah pusat dan daerah yang harus saling mendukung dalam memfasilitasi kebutuhan petani serta penyediaan sarana prasarana pertanian.

Mentan Amran menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi lintas institusi yang melibatkan aparat kewilayahan hingga petugas lapangan dalam mengawal pencapaian swasembada pangan yang lebih cepat dari jadwal semula.

“Tidak ada keberhasilan yang berdiri sendiri. Ini kerja kolaboratif. Babinsa, PPL, Kepala Dinas, Gubernur, Bupati, semua terlibat. Karena itu saya minta semangat yang sama untuk menyelesaikan target cetak sawah ini,” terangnya.

Penyelesaian target cetak sawah hingga akhir Maret 2026 menjadi prioritas bersama dengan memaksimalkan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) guna menggerakkan seluruh kekuatan petani.

Indonesia berupaya mempertahankan stabilitas produksi dalam negeri yang terbukti mampu memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan harga komoditas pangan global serta menjaga citra baik diplomasi agraris di kancah internasional.(*)

Type and hit Enter to search

Close