Breaking News

Kementerian UMKM-SIPPO Lepas 24 Ton Gula Kelapa Asal Semarang ke Ghana

Foto: Kementerian UMKM

Semarang, GENKEBUN.COM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) bersama Swiss Import Promotion Programme (SIPPO) melepas ekspor 24 ton gula kelapa organik dari Semarang menuju Ghana pada Selasa (21/4).

Pelepasan komoditas perkebunan bernilai tinggi ini menjadi langkah nyata dalam membuka akses pasar nontradisional di benua Afrika bagi pelaku usaha menengah Indonesia.

Dilansir dari laman Kementerian UMKM, Minggu (10/05/2026), volume pengiriman produk olahan kelapa tersebut mencapai 24 ton dengan nilai total transaksi ekonomi sebesar USD 63.400 atau setara Rp1,1 miliar.

Fasilitasi perdagangan internasional ini melibatkan perusahaan pembeli asal Swiss, HPW Fresh and Dry Ltd, sebagai mitra penyerap komoditas.

Adapun jenis produk olahan yang dikirim dalam pelaksanaan agenda perdagangan global ini meliputi dua varian utama hasil perkebunan:

  • Gula kelapa organik berbentuk serbuk kering padat.

  • Gula kelapa cair natural berkualitas tinggi.

Seluruh produk yang dikirim merupakan hasil produksi dari salah satu pelaku usaha menengah setempat, yaitu CV Mannah Anugerah Sejahtera.

Realisasi pengiriman barang ke Afrika Barat ini bersumber dari pelaksanaan Program Selling Mission Eropa 2025 yang digelar tahun lalu.

Program promosi dagang tersebut mempertemukan produsen lokal dengan jejaring pembeli global dari Swiss serta Belanda pada November 2025.

Proses persiapan ekspor melibatkan serangkaian tahapan ketat dari instansi pemerintah dan lembaga mitra internasional guna memastikan kelayakan dagang.

Tahapan penting yang dilalui oleh komoditas olahan kelapa asal Jawa Tengah ini sebelum dinyatakan layak ekspor adalah:

  • Kurasi mutu produk berbasis standar keamanan pangan internasional.

  • Penilaian aspek keberlanjutan lingkungan dalam proses produksi hulu.

  • Pengujian konsistensi pasokan kuantitas barang secara berkala.

Kementerian UMKM mengagendakan perluasan promosi melalui kegiatan temu bisnis, kurasi produk lanjutan, serta program peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha nasional.

Kerja sama antara pemerintah Republik Indonesia dan badan promosi impor Swiss dijalankan guna memperluas jaringan pasar ekspor komoditas serupa.(*)

Type and hit Enter to search

Close