![]() |
| Badan Pengelola Dana Perkebunan bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menyelenggarakan Workshop Gen-Z Preneur Sawit di AKPY-Stiper Sleman pada Selasa (12/05/2026). (Foto: BPDP) |
Sleman, GENKEBUN.COM – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda di Institut Pendidikan Perkebunan (AKPY-Stiper) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan potensi komoditas kelapa sawit kepada pelaku usaha pemula.
Acara bertajuk Workshop Gen-Z Preneur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sawit tersebut berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026. Pelatihan difokuskan pada pengembangan rintisan wirausaha sektor perkebunan dan makanan berbasis minyak sawit atau oleofood.
Dilansir dari laman BPDP, Selasa (19/05/2026), rasio kewirausahaan nasional saat ini baru mencapai angka sekitar 3 persen dari total populasi. Padahal, indikator minimal bagi sebuah negara maju adalah memiliki rasio pelaku usaha sebesar 10 persen.
Sektor kelapa sawit sendiri memiliki kontribusi sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui devisa negara. Sumbangan ekspor nonmigas dari komoditas strategis ini mencapai kisaran angka 9 hingga 10 persen.
Indonesia memegang posisi sebagai produsen, eksportir, sekaligus konsumen kelapa sawit terbesar di dunia. Keberlanjutan industri ini menjadi hal penting bagi perekonomian nasional pada masa depan.
Secara global, lahan perkebunan kelapa sawit hanya mencakup sekitar 6 persen dari total luas tanaman penghasil minyak nabati dunia. Meskipun demikian, produktivitasnya dinilai paling unggul di antara komoditas pesaing.
Keunggulan tersebut terjadi karena kelapa sawit memiliki ratusan produk turunan untuk kebutuhan sehari-hari. Berbagai produk kreatif turunan komoditas ini kini sudah mulai berkembang luas di tengah masyarakat Indonesia.
Beberapa contoh bentuk pemanfaatan produk kreatif kelapa sawit meliputi:
Kain batik yang diproduksi dengan malam berbahan dasar minyak kelapa sawit.
Kerajinan tangan berupa peci yang memanfaatkan anyaman lidi pohon kelapa sawit.
Aneka produk pangan fungsional serta bahan baku kosmetik harian.
Industri kelapa sawit memiliki potensi besar karena menyediakan lebih dari 170 produk turunan yang siap dikembangkan. Peluang bisnis ini sangat terbuka luas bagi pelaku industri skala kecil.
Generasi muda dinilai memiliki kemampuan adaptasi teknologi digital yang baik untuk memajukan UMKM. Karakter inovatif ini dibutuhkan untuk mengoptimalkan hilirisasi komoditas perkebunan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan pelatihan di Kabupaten Sleman ini melibatkan kolaborasi multipihak yang luas. Dukungan penuh diberikan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) serta institusi pendidikan AKPY-Stiper.
Materi pelatihan dirancang secara komprehensif guna memberikan pemahaman teori sekaligus praktik praktis. Seluruh peserta mendapatkan bekal pengetahuan mengenai manajemen kewirausahaan dari para praktisi bisnis.
Agenda kegiatan selama dua hari tersebut mencakup beberapa tahapan penting bagi peserta:
Penyampaian materi kelas mengenai potensi bisnis dan kisah sukses pelaku usaha kreatif.
Diskusi interaktif bersama praktisi dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman.
Praktik pembuatan produk pangan pada INSTIPER Bakery Academy pada hari kedua.
Selain program pelatihan UMKM, pihak BPDP juga memiliki skema dukungan pendidikan yang luas. Lembaga ini menyediakan program beasiswa kuliah yang bekerja sama dengan 42 perguruan tinggi mitra.
Beasiswa pendidikan tersebut terbuka untuk berbagai jenjang mulai dari Diploma Tiga (D3), Diploma Empat (D4), hingga Strata Satu (S1). Fasilitas ini disiapkan bagi generasi muda yang ingin mendalami industri perkebunan nasional.(*)

Social Footer