Langkah modernisasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi penyebaran benih serta pemupukan pada lahan persawahan yang luas. Penggunaan teknologi terkini menjadi strategi utama pemerintah dalam mengejar target produksi gabah nasional secara presisi.
Pelatihan teknis tersebut melibatkan puluhan pemuda tani yang tergabung dalam berbagai kelompok tani di wilayah Kalimantan Tengah. Peserta mendapatkan materi mengenai pemetaan lahan digital serta teknik navigasi perangkat udara otomatis tersebut.
Instruktur dari Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) menjelaskan urgensi pemanfaatan teknologi guna mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam yang ada. Integrasi mekanisasi udara dianggap mampu memangkas waktu kerja secara signifikan.
“Potensi alam yang subur serta ketersediaan air yang melimpah harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan,” ujar Instruktur, dikutip dari laman BRMP, Sabtu (11/04/2026).
Penerapan teknologi ini memungkinkan petani melakukan penyemprotan nutrisi tanaman secara merata tanpa harus menginjakkan kaki di area berlumpur. Hal ini meminimalisir kerusakan fisik pada bibit yang baru saja tertanam di lahan.
Beberapa poin keunggulan penggunaan teknologi drone dalam percepatan masa tanam di wilayah Kapuas tahun ini antara lain:
Kapasitas angkut benih dan pupuk cair mencapai puluhan liter dalam sekali terbang.
Kemampuan pemetaan luas lahan secara akurat melalui sensor kamera beresolusi tinggi.
Penghematan biaya operasional tenaga kerja manual hingga angka lima puluh persen.
Pemerintah daerah memberikan fasilitas pendampingan pasca pelatihan agar para petani mampu merawat perangkat teknologi tersebut secara mandiri. Pengetahuan mengenai perawatan baterai dan sistem kendali menjadi kurikulum wajib bagi para peserta.
Selain penyebaran benih, perangkat ini juga berfungsi untuk mendeteksi dini serangan organisme pengganggu tumbuhan melalui analisis citra satelit mikro. Deteksi cepat memungkinkan pengambilan tindakan pencegahan sebelum terjadi kerusakan lahan secara luas.
Data dari Dinas Pertanian Kapuas menunjukkan peningkatan minat generasi muda untuk kembali mengelola lahan perkebunan sejak masuknya mekanisasi modern. Teknologi dianggap menjadi daya tarik kuat bagi regenerasi petani di pedesaan.
Ketersediaan infrastruktur pendukung seperti sinyal komunikasi digital di area persawahan menjadi bahan evaluasi bersama kementerian terkait. Kelancaran koneksi data sangat krusial bagi operasional perangkat kendali jarak jauh pada area terbuka.
Kementan menjadwalkan pendistribusian unit bantuan perangkat udara tersebut secara bertahap kepada koperasi petani yang telah lulus sertifikasi pelatihan. Pengawasan ketat dilakukan guna memastikan alat tersebut memberikan dampak nyata pada hasil panen.(*)

Social Footer