Breaking News

Kurangi Ketergantungan Beras, Bali Masifkan Budidaya Jagung dan Umbi-umbian Lokal

(Foto:distanpangan)

Denpasar, GENKEBUN.COM – Pemerintah Provinsi Bali secara masif memperluas area budidaya jagung serta umbi-umbian lokal guna mengurangi tingkat ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi beras nasional pada Sabtu (11/04/2026).

Langkah diversifikasi pangan ini melibatkan ribuan petani di sembilan kabupaten dan kota untuk mengoptimalkan lahan kering maupun pekarangan. Strategi tersebut menjadi solusi dalam memperkuat ketahanan pangan daerah menghadapi ketidakpastian iklim global.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Bali memfasilitasi penyediaan bibit unggul jagung serta berbagai jenis umbi kepada kelompok tani. Program ini bertujuan menciptakan kemandirian pangan berbasis potensi sumber daya alam lokal.

Kepala Distanpangan Bali memberikan penjelasan mendalam mengenai kekayaan varietas tanaman pangan non-beras yang dimiliki oleh Pulau Dewata. Beliau menekankan bahwa optimalisasi komoditas ini memiliki dampak positif bagi kesejahteraan ekonomi para pekebun.

"Bali memiliki potensi besar pada pangan lokal seperti ubi, singkong, talas dan jagung, hingga komoditas baru seperti porang dan sorgum. Jika dimanfaatkan secara optimal, komoditas ini tidak hanya mampu menjadi alternatif sumber karbohidrat selain beras, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi petani serta memperkuat sektor hilirisasi pangan lokal,” ujar Kepala Distanpangan, dikutip dari laman distanpangan, Sabtu (11/04/2026).

Pemerintah daerah memberikan pendampingan teknis mengenai tata cara budidaya yang efisien agar hasil panen memiliki standar mutu tinggi. Fokus utama terletak pada peningkatan produktivitas lahan marjinal yang selama ini belum tergarap maksimal.

Beberapa poin penting dalam pelaksanaan program masifikasi pangan lokal di wilayah Bali tahun ini meliputi:

  • Penyaluran bantuan sarana produksi pertanian berupa pupuk organik dan alat pencacah umbi.

  • Pengembangan klaster budidaya jagung hibrida pada lahan tadah hujan di wilayah utara Bali.

  • Fasilitasi pemasaran produk turunan umbi-umbian melalui kerja sama dengan sektor perhotelan dan pariwisata.

Pemanfaatan jagung sebagai pengganti sebagian kebutuhan karbohidrat mulai diterapkan melalui kampanye pola makan beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Masyarakat diajak kembali mengonsumsi panganan tradisional yang memiliki kandungan serat serta nutrisi tinggi.

Distanpangan Bali juga melakukan koordinasi bersama pelaku industri pengolahan pangan untuk menciptakan produk hilir berbahan dasar tepung umbi. Inovasi ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi komoditas mentah hasil panen para petani.

Data mengenai luas tambah tanam jagung menunjukkan tren peningkatan pada daerah Karangasem dan Buleleng selama semester pertama tahun ini. Penyerapan hasil produksi oleh pasar lokal menjamin stabilitas harga di tingkat produsen perkebunan.

Evaluasi rutin terhadap ketersediaan stok pangan non-beras dilakukan guna memastikan kebutuhan konsumsi masyarakat maupun wisatawan tetap terpenuhi. Integrasi sektor pertanian dengan kebutuhan industri jasa boga menjadi kunci keberhasilan transformasi pola konsumsi ini.

Penelitian mengenai kesesuaian lahan untuk pengembangan porang serta sorgum sedang dilakukan oleh tim ahli universitas setempat. Hasil kajian tersebut akan menjadi landasan bagi perluasan program diversifikasi pangan pada tahun anggaran berikutnya secara berkelanjutan.(*)

Type and hit Enter to search

Close