Breaking News

Gandeng Mars dan BPDLH, Luwu Timur Implementasikan Skema Pembiayaan Hijau bagi Petani Kakao

(Foto:warta.luwutimurkab)

Lutim, GENKEBUN.COM – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Lutim) menggandeng Mars Incorporated dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) guna mengimplementasikan skema pembiayaan hijau bagi petani kakao di wilayah tersebut pada Sabtu (11/04/2026).

Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi petani lokal melalui dukungan modal kerja yang ramah lingkungan. Skema tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas komoditas kakao tanpa merusak ekosistem hutan di sekitarnya.

Pejabat pemerintah daerah menyatakan bahwa integrasi pembiayaan dan pendampingan teknis merupakan langkah krusial dalam memajukan sektor perkebunan rakyat. Inisiatif ini memberikan angin segar bagi para pekebun yang selama ini kesulitan modal.

“Pemerintah Kabupaten Luwu Timur tentu menyambut baik kerja sama ini. Ini adalah peluang besar bagi petani kita, khususnya petani kakao, untuk mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah sekaligus pendampingan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil,” ujar Pejabat, dikutip dari laman warta.luwutimurkab, Sabtu (11/04/2026).

Penerapan skema pembiayaan hijau ini mewajibkan para petani penerima manfaat untuk menerapkan praktik pertanian berkelanjutan secara disiplin. Hal ini mencakup penggunaan pupuk organik serta pelarangan pembukaan lahan baru dengan cara membakar hutan.

  • Penyaluran bantuan modal melalui mekanisme kredit bunga rendah bagi kelompok tani.

  • Pendampingan teknis oleh tenaga ahli mengenai sistem agroforestri pada lahan kakao.

  • Jaminan penyerapan hasil panen oleh mitra industri dengan harga yang kompetitif.

BPDLH bertindak sebagai pengelola dana yang memastikan setiap rupiah tersalurkan secara transparan kepada target sasaran di lapangan. Pengawasan dilakukan secara berlapis melibatkan tim monitoring independen agar penggunaan anggaran tepat guna.

“Kita berharap, program ini dapat berjalan optimal di Luwu Timur dan menjadi model pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat yang berkelanjutan, sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan taraf hidup petani di sekitar kawasan hutan,” ungkap perwakilan lembaga tersebut saat memberikan keterangan pers.

Dampak dari program ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi karbon dari sektor penggunaan lahan di Sulawesi Selatan secara signifikan. Keberhasilan Luwu Timur dalam mengelola dana lingkungan hidup menjadi barometer bagi kabupaten lain di Indonesia.

Standar kualitas kakao yang dihasilkan petani peserta program kini mulai memenuhi kriteria pasar internasional yang sangat ketat terhadap isu deforestasi. Peningkatan mutu biji kakao kering secara otomatis menaikkan pendapatan per kapita keluarga petani.

Pemerintah pusat memberikan fasilitas regulasi yang mendukung perluasan skema ekonomi hijau ini ke berbagai komoditas perkebunan unggulan lainnya. Koordinasi intensif dilakukan guna memastikan sinkronisasi program antara kebijakan nasional dengan implementasi pada tingkat tapak.

Data mengenai peningkatan serapan dana pembiayaan hijau di Luwu Timur akan dievaluasi secara berkala oleh kementerian terkait. Langkah ini menjamin keberlangsungan investasi sosial-lingkungan jangka panjang demi masa depan generasi perkebunan kakao nusantara yang lebih cerah.(*)

Type and hit Enter to search

Close