![]() |
| (Foto: Gemini- Genkebun.com) |
Sumatera Barat, GENKEBUN.COM – Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) yang dahulu dikenal sebagai Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) kini mengoptimalkan fungsi Kebun Percobaan (KP) Rambatan sebagai pusat diseminasi inovasi komoditas buah tropis.
Langkah ini bertujuan memperkuat peran kebun percobaan sebagai wadah pembelajaran bagi petani dan penyuluh. Optimalisasi dilakukan melalui penataan ulang lahan serta pemanfaatan teknologi budidaya terbaru untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen.
Dilansir dari laman BRMP, Minggu (12/04/2026), fokus pengembangan pada kawasan tersebut mencakup empat komoditas buah tropis unggulan. Luasan lahan yang tersedia dimanfaatkan secara intensif untuk budidaya tanaman durian, manggis, alpukat, dan pisang secara profesional.
Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Sumatera Barat melakukan kunjungan lapangan secara langsung guna meninjau potensi pengembangan area. Tim teknis melakukan pengecekan kondisi tanah serta kesehatan tanaman untuk memastikan standar pengelolaan perkebunan terpenuhi.
Fungsi strategis lokasi ini adalah menjadi percontohan penerapan teknologi hasil penelitian dan pengkajian pertanian. Akses informasi mengenai inovasi produksi kini tersedia lebih dekat agar mudah dipahami oleh para pemangku kepentingan di wilayah tersebut.
Selain di wilayah Rambatan, optimalisasi juga menyasar Taman Teknologi Pertanian (TTP) Guguk yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota. Lokasi tersebut mendapatkan mandat khusus untuk menjadi pusat pengembangan teknologi pada sektor perkebunan rakyat.
Pengembangan di TTP Guguk difokuskan sepenuhnya pada dua aspek utama tanaman kakao:
Standardisasi teknik budidaya tanaman kakao yang baik dan benar.
Inovasi teknologi pengolahan pascapanen untuk meningkatkan nilai tambah produk.
Melalui pembagian fokus ini, KP Rambatan menjadi rujukan utama bagi pengembangan buah-buahan. Petani dapat melihat langsung demonstrasi plot (demplot) mengenai cara pengelolaan pohon buah mulai dari masa tanam hingga memasuki fase pemanenan.
Penyebarluasan inovasi pertanian ini menjadi prioritas utama guna mempercepat adopsi teknologi di tingkat lapangan. Keberadaan pusat unggulan ini membantu memangkas jarak antara lembaga riset dengan para pelaku usaha tani di Sumatera Barat.
Transformasi kebun percobaan ini juga melibatkan pengelolaan sarana dan prasarana pendukung diseminasi yang lebih modern. Pengunjung dapat mempelajari sistem irigasi, pemupukan berimbang, hingga teknik pengendalian hama penyakit tanaman secara efektif dan efisien.
Inovasi pengolahan hasil yang diperkenalkan di Guguk mencakup teknik fermentasi biji kakao yang standar. Hal tersebut bertujuan agar kualitas biji kakao lokal mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional dengan harga jual lebih baik.
Keberadaan pusat pembelajaran ini menjadi bagian dari upaya besar dalam membangun kemandirian pangan dan penguatan ekonomi hijau. Fokus pada buah tropis dan kakao mencerminkan potensi unggulan komoditas asli dari tanah Minangkabau.

Social Footer