![]() |
| (Foto: Sekretariat Daerah 03/03/2026- GENKEBUN.COM) |
Luwu Utara, GENKEBUN.COM – Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menghadiri panen raya padi di Desa Marannu, Kecamatan Baebunta Selatan, yang mencatatkan produktivitas tinggi mencapai delapan ton per hektare pada Selasa (03/03/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda panen serentak nasional di 14 provinsi serta 157 kabupaten dan kota yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, melalui sambungan virtual.
Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya menyampaikan instruksi penting bagi seluruh jajaran aparatur sipil negara di berbagai tingkatan wilayah agar fokus melakukan efisiensi anggaran demi kepentingan pembangunan fasilitas publik bagi seluruh rakyat.
“Jadi mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan, desa tidak boleh lagi menyalahgunakan jabatan semua, kita semua bisa pakai teknologi untuk efesiensi anggaran,” ujar Andi, dikutip dari laman Sekretariat Daerah, Selasa (03/03/2026).
Bupati Andi Abdullah Rahim kemudian memaparkan kondisi sektor pertanian lokal yang memberikan sumbangsih signifikan sebesar 52 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Luwu Utara sebagai salah satu lumbung pangan.
“Kapasitas produksi padi yang ada di Luwu Utara mencapai 259.324 Ton gabah kering panen, Dan lahan yang kita penen hari ini memproduksi rata-rata 8 Ton/Ha.Tugas kita dinas pertanian, PPL bagaimana terus berinovasi dan mengembangkan pengetahuan sharing bersama para petani kita sehingga 8 Ton/Ha ini dapat merata di wilayah pertanian padi kita Sehingga ini dapat menambah PDRB,” tegasnya.
Pencapaian hasil panen di Desa Marannu tersebut melampaui rata-rata produksi di wilayah lain, sehingga Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) diminta aktif mendampingi petani guna melakukan standarisasi metode budidaya.
Beberapa langkah strategis yang dijalankan pemerintah daerah meliputi:
Penyiapan gudang penyimpanan gabah yang memadai di tingkat desa.
Pengembangan mekanisme produksi yang melibatkan perbankan untuk akses permodalan.
Penyerapan tenaga kerja lokal dalam rantai pengelolaan pasca panen padi.
Kepala daerah juga menargetkan agar minimal 80 persen dari total produksi gabah di Kabupaten Luwu Utara dapat tertampung dan dikelola secara mandiri oleh pengusaha lokal guna memperkuat kedaulatan pangan daerah.
“Kita ingin selain sebagai penyumbang PDRB, petani juga dapat sejahtera, maka harga gabah harus kita lindungi. Dengan dibeli Bulog seharga Rp6.500,“ ungkap pria yang akrab disapa Andi tersebut di hadapan para kelompok tani.
Pemerintah mewajibkan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) membeli gabah petani dengan harga tertinggi sebesar Rp6.500 per kilogram sebagai langkah nyata dalam melindungi pendapatan para produsen pangan dari fluktuasi pasar.
Agenda panen raya di Baebunta Selatan ini turut disaksikan oleh jajaran Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ratusan petani yang tergabung dalam berbagai kelompok tani.(*)

Social Footer