Breaking News

Cara BPTPH Bali Jaga Kualitas Kopi Kintamani, Ajarkan Petani Kendalikan Hama Ramah Lingkungan

(Foto: BPTPH 04/03/2026- GENKEBUN.COM)

 Bangli, GENKEBUN.COM  Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Bali melaksanakan pembinaan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) ramah lingkungan bagi Kelompok Tani Budi Tunggal di Desa Katung, Kintamani, Rabu (04/03/2026).

Kegiatan ini fokus pada strategi pengendalian terpadu untuk menghadapi serangan penyakit tular tanah dan patogen busuk akar yang sering menurunkan produktivitas kebun kopi rakyat di wilayah dataran tinggi Bangli.

Kepala BPTPH Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Bali, Putu Winaningsih, menjelaskan pentingnya peralihan metode perlindungan tanaman guna menjaga ekosistem perkebunan serta reputasi geografis kopi Kintamani yang bernilai ekonomi tinggi.

"Kami mendorong petani untuk beralih secara bertahap dari ketergantungan pada pestisida kimia menuju sistem pengendalian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penggunaan Trichoderma bukan hanya menekan serangan penyakit, tetapi juga memperbaiki kesehatan tanah dalam jangka panjang," ujar Winaningsih, dikutip dari laman BPTPH, Rabu (04/03/2026).

Pihak balai menyerahkan bantuan berupa 240 liter metabolit sekunder serta 130 kilogram biakan sebar Trichoderma sebagai agens pengendali hayati yang efektif menghambat pertumbuhan cendawan patogen melalui mekanisme kompetisi ruang maupun nutrisi.

Penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) ini menjadi materi utama bagi petani lokal agar mampu melakukan identifikasi gejala serangan secara mandiri serta teknik monitoring populasi serangga merugikan di lahan mereka.

Pemberian bantuan teknis ini bertujuan memperkuat ketahanan tanaman kopi terhadap gangguan patogen tanpa merusak struktur tanah, mengingat penggunaan bahan kimia berlebih selama ini mulai menunjukkan dampak negatif pada kualitas hasil panen.

"Kualitas dan kontinuitas produksi sangat ditentukan oleh kemampuan petani dalam mengendalikan OPT secara tepat dan terpadu. Melalui pembinaan ini, kami ingin memastikan petani memiliki pengetahuan teknis dan akses terhadap sarana pengendalian yang memadai," kata Winaningsih.

Petani di Desa Katung kini mendapatkan pendampingan intensif mengenai cara aplikasi biakan sebar langsung ke media tanah di sekitar perakaran sebagai langkah preventif maupun kuratif untuk mengatasi permasalahan layu pada tanaman.

Langkah ini diambil karena kopi Kintamani memiliki standar mutu ketat untuk pasar ekspor, sehingga residu pestisida harus diminimalisir agar produk tetap kompetitif dan memenuhi syarat keamanan pangan bagi konsumen global.

Beberapa poin penting dalam penyaluran bantuan tersebut meliputi:

  • Penyerahan 240 liter metabolit sekunder Trichoderma sebagai agen antagonis patogen.

  • Distribusi 130 kilogram biakan sebar untuk aplikasi langsung pada media tanam.

  • Edukasi teknik monitoring mandiri terhadap populasi OPT di perkebunan rakyat.

Penyaluran sarana produksi tersebut menjadi bagian dari program perlindungan tanaman perkebunan di Bali yang menyasar peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta produktivitas komoditas unggulan daerah secara merata dan terjadwal.(*)

Type and hit Enter to search

Close