Subang, GENKEBUN.COM – Balai Besar Riset Padi (BRMP) menerima kunjungan lapangan dari Dr. Haryono guna meninjau kesiapan sarana prasarana dan infrastruktur pendukung perakitan varietas padi nasional pada Senin (23/2/2026).
Kegiatan ini melibatkan pengamatan mendalam terhadap ekosistem riset yang ada di wilayah Subang. Fokus utama peninjauan adalah memastikan ketersediaan teknologi yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan serta modernisasi sektor pertanian.
Dilansir dari laman BRMP, Senin (23/2/2026), pusat riset ini memaparkan seluruh kapasitas sumber daya manusia serta aset fasilitas utama yang berfungsi sebagai motor penggerak perakitan benih unggul dan teknologi padi terbaru.
Kepala Balai menjelaskan mandat kelembagaan yang dijalankan saat ini untuk memperkuat posisi riset nasional. Penjelasan tersebut mencakup kemampuan teknis laboratorium dan lahan percobaan yang digunakan dalam menghasilkan varietas padi berkualitas tinggi.
Aspek krusial yang dibahas meliputi penguatan jaringan kolaborasi antarlembaga riset untuk mempercepat inovasi. Peninjauan ini bertujuan mendapatkan gambaran komprehensif mengenai kondisi faktual di lapangan, mulai dari tahap penelitian hingga tahap pengembangan.
Kesiapan infrastruktur menjadi faktor penentu utama dalam menjalankan fungsi perbenihan yang lebih modern. Tanpa sarana yang memadai, proses perakitan varietas baru akan menghadapi kendala teknis yang menghambat distribusi benih kepada para petani.
Beberapa poin utama yang menjadi fokus pemantauan dalam rangkaian kunjungan lapangan ini meliputi:
Kapasitas fungsional laboratorium pemuliaan tanaman.
Ketersediaan alat mesin pertanian pendukung riset.
Kondisi fasilitas penyimpanan benih penjenis.
Efektivitas sistem irigasi di lahan percobaan.
Infrastruktur riset yang kokoh di Subang diposisikan sebagai simpul penting bagi ekosistem perbenihan nasional. Keberadaan fasilitas ini sangat menentukan sejauh mana teknologi perakitan padi dapat diadopsi secara luas dalam skala industri pertanian.
Diskusi teknis antara jajaran pengelola balai dengan para pakar mengupas tuntas berbagai peluang penguatan peran institusi. Analisis mendalam dilakukan untuk memetakan kekuatan serta hambatan dalam operasionalisasi fasilitas riset yang ada.
Kondisi sarana prasarana di lingkungan BRMP dinilai menjadi bagian integral dari strategi kedaulatan pangan. Pemeliharaan dan pembaruan perangkat teknologi riset menjadi kebutuhan mendesak agar hasil penelitian tetap relevan dengan kebutuhan pasar perkebunan.
Kunjungan lapangan diakhiri dengan peninjauan aktivitas riset yang sedang berjalan di area persawahan. Rombongan melihat langsung proses seleksi tanaman dan pengujian ketahanan varietas terhadap serangan hama serta perubahan iklim yang ekstrem.
Data yang terkumpul dari peninjauan ini akan menjadi acuan dalam penyusunan peta jalan riset padi kedepan. Integrasi antara sumber daya manusia ahli dan fasilitas modern menjadi landasan utama perkuatan peran perakitan padi.(*)

Social Footer