Breaking News

Tips Pakar BRIN Agar Sayur Hidroponik Tumbuh Maksimal di Wilayah Perkotaan

 

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional saat memandu pelatihan budidaya hidroponik di Rumah BUMN Bandung pada Selasa (24/02/2026).

Bandung, GENKEBUN.COM – Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Aris Pramudia, mengedukasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Sukajadi, Bandung, mengenai teknik budidaya tanaman hidroponik, Selasa (24/02/2026).

Metode bercocok tanam tanpa tanah ini memanfaatkan air bernutrisi sebagai media utama. Pendekatan tersebut menjadi solusi praktis bagi warga kota yang ingin memproduksi sayuran segar secara mandiri di lahan terbatas.

Aris menjelaskan bahwa prinsip dasar sistem ini adalah mengganti tanah dengan air yang diperkaya unsur hara makro dan mikro. Nutrisi tersebut kemudian dapat diserap langsung oleh akar tanaman secara optimal.

“Teknik ini membuat tanaman tumbuh lebih cepat, efisien, dan bersih. Sangat cocok untuk lahan sempit di perkotaan,” ujar Aris, dikutip dari laman Humas BRIN, Selasa (24/02/2026).

Pakar dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) ini juga merinci berbagai model instalasi yang bisa digunakan oleh pemula maupun pengusaha. Setiap sistem memiliki tingkat kerumitan dan tujuan produksi berbeda.

“Setiap sistem memiliki keunggulan. Sistem sumbu mudah untuk pemula, sementara NFT dan aeroponik lebih cocok untuk skala komersial dengan hasil lebih maksimal,” ungkapnya saat memberikan materi praktik.

Beberapa pilihan sistem yang diperkenalkan kepada para peserta pelatihan antara lain:

  • Wick System (Sistem Sumbu)

  • Nutrient Film Technique (NFT)

  • Deep Water Culture (Rakit Apung)

  • Dutch Bucket dan Aeroponik.

Selain instalasi, pemilihan media tanam penopang akar sangat menentukan stabilitas tumbuhan. Media yang umum digunakan meliputi sekam bakar, cocopeat atau sabut kelapa, rockwool, arang, hingga kerikil untuk menjaga kelembapan perakaran.

Indri, salah satu pemilik usaha keripik peuyeum yang mengikuti kegiatan tersebut, menyatakan bahwa materi yang disampaikan sangat mudah dipahami. Ia berencana menerapkan ilmu baru ini guna menunjang produktivitas usahanya.

“Pelatihannya sangat aplikatif dan membuka ruang pengetahuan serta keterampilan baru. Terima kasih BRIN dan Rumah BUMN atas kesempatan ini. Sangat bermanfaat,” tuturnya setelah sesi praktik pembuatan instalasi.

Kegiatan ini membuktikan bahwa hasil riset Organisasi Riset Kebumian dan Maritim (ORKM) dapat diimplementasikan secara inklusif. Teknologi hidroponik kini lebih mudah direplikasi oleh masyarakat luas menggunakan bahan-bahan di sekitar.

Pelatihan di Rumah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bandung ini berakhir dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Inovasi pertanian urban ini menjadi langkah nyata dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.(*)

Type and hit Enter to search

Close