![]() |
| Perwakilan PT Potensi Bumi Sakti saat memberikan penjelasan mengenai operasional pabrik karet pada acara Dialog Meulaboh Menyapa di Meulabo Kamis (12/02/2026) - (Foto:RRI.co.id) |
Pabrik pengolahan crumb rubber yang berlokasi di Desa Glee Siblah, Kecamatan Woyla Induk tersebut, kini menjadi satu-satunya fasilitas pengolahan karet di Provinsi Aceh yang mampu memangkas rantai distribusi panjang petani.
External Relations Manager PT Potensi Bumi Sakti (PBS), Ir. Bambang Sebastiar, memberikan penjelasan mengenai volume produksi serta wilayah asal pasokan bahan baku yang masuk ke fasilitas pengolahan selama periode operasional berjalan.
“Pasokan bahan olah karet rakyat dari Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Nagan Raya terus menunjukkan tren peningkatan, meskipun masih belum memenuhi kapasitas optimal pabrik. Saat ini, kapasitas produksi mencapai lima ton karet kering per jam atau sekitar 200 ton bahan baku basah per hari,” ujar Bambang, dikutip dari RRI.co.id, Kamis (12/02/2026).
Pihak manajemen PT PBS mengakui bahwa serapan bahan baku saat ini masih memerlukan optimalisasi besar guna memenuhi target produksi harian yang telah ditetapkan oleh perusahaan sejak mulai beroperasi Juli 2024.
“Hingga saat ini pasokan bahan baku karet ke pabrik masih berada di bawah target yang diharapkan. Meski demikian, saya yakin kebutuhan bahan baku tersebut ke depan dapat terpenuhi, khususnya oleh para petani karet di Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Nagan Raya, bahkan dari seluruh wilayah Aceh," jelas Bambang.
Kehadiran pabrik ini memberikan alternatif pasar yang jauh lebih menguntungkan bagi para pekebun karet lokal dibandingkan harus mengirimkan hasil panen menuju wilayah Medan, Sumatra Utara, dengan biaya transportasi tinggi.
Beberapa manfaat nyata dari keberadaan pabrik pengolahan karet lokal ini bagi para penyedia bahan baku dan stabilitas ekonomi wilayah di Aceh Barat antara lain adalah:
Pengurangan risiko kerugian akibat penyusutan berat karet selama perjalanan jauh.
Peningkatan efisiensi waktu distribusi dari kebun menuju lokasi pengolahan.
Penyerapan tenaga kerja lokal yang mencapai 80 persen dari total karyawan.
Bagian pembelian bokar PT PBS, Bagus, mengonfirmasi data internal yang menunjukkan adanya perubahan pola pengiriman dari para mitra pemasok yang semakin intensif sejak memasuki awal tahun anggaran 2026 ini.
“Tren positif tersebut terus berlanjut hingga awal Februari, ditandai dengan meningkatnya frekuensi pengiriman bokar oleh para supplier. Jika sebelumnya sebagian pemasok hanya mengirim sekali dalam sepekan, kini banyak yang meningkatkan pengiriman menjadi dua kali dalam seminggu,” ungkap Bagus.
Data internal menunjukkan pertumbuhan volume pembelian dari Desember ke Januari berada pada kisaran 10 hingga 20 persen, memperlihatkan kenaikan suplai secara bertahap dari wilayah Nagan Raya dan Aceh Jaya.
PT PBS berencana melakukan penguatan sektor hulu melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pembagian bibit unggul serta rehabilitasi lahan perkebunan karet milik masyarakat.(*)

Social Footer