Breaking News

Penyediaan Bibit Kelapa Genjah Unggul, Dinas TPHBun Verifikasi Lahan Induk di Papua Barat

(Foto:BRMP)

Papua Barat, GENKEBUN.COM – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Provinsi Papua Barat melaksanakan verifikasi lapangan terhadap lahan induk kelapa genjah untuk menjamin ketersediaan bibit unggul bagi petani pada Rabu (25/02/2026).

Kegiatan pengawasan teknis ini bertujuan memastikan pohon induk memenuhi standar sertifikasi nasional sebelum proses distribusi massal dilakukan. Tim ahli memeriksa kesehatan tanaman serta potensi produktivitas buah guna mendukung program swasembada benih daerah.

Dilansir dari laman BRMP, Rabu (25/02/2026), terdapat sekitar 500 pohon induk potensial yang tersebar di wilayah konservasi bibit dengan target produksi mencapai 15.000 butir benih berkualitas tinggi untuk tahap awal.

Proses identifikasi mencakup penilaian fisik pohon, mulai dari ketebalan batang hingga jumlah janjang buah dalam satu pohon. Langkah tersebut krusial guna menghindari peredaran bibit ilegal yang dapat merugikan produktivitas kebun masyarakat.

Berikut merupakan beberapa kriteria utama dalam proses verifikasi lahan induk tersebut:

  • Pohon induk harus bebas dari serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

  • Umur tanaman telah memasuki masa produktif yang stabil.

  • Kesesuaian varietas kelapa genjah dengan kondisi agroklimat lokal.

Dinas TPHBun menggandeng Balai Benih Tanaman Perkebunan (BBTP) untuk melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel jaringan. Sinergi ini memperkuat validitas data sebelum menerbitkan sertifikat layak tanam bagi kebun sumber benih tersebut.

Lahan induk yang telah lulus seleksi akan mendapatkan pengamanan khusus agar kualitas genetiknya tetap terjaga secara alami. Petugas lapangan rutin melakukan pencatatan periodik mengenai perkembangan jumlah bunga dan buah pada setiap pohon.

Bibit kelapa genjah menjadi prioritas karena memiliki masa panen yang jauh lebih cepat dibandingkan kelapa dalam. Keunggulan tersebut memberikan keuntungan ekonomi lebih dini bagi masyarakat petani di seluruh wilayah Papua Barat.

Pemerintah daerah juga memetakan distribusi benih agar tersebar merata ke kabupaten yang memiliki potensi lahan luas. Berikut adalah daftar prioritas penyaluran benih hasil verifikasi:

  • Wilayah pesisir yang memiliki akses pasar ekspor.

  • Kawasan pengembangan perkebunan rakyat terpadu.

  • Area rehabilitasi lahan kritis berbasis tanaman industri.

Penyediaan bibit mandiri ini menekan ketergantungan pasokan benih dari luar pulau yang sering terkendala masalah logistik. Biaya produksi di tingkat petani dapat berkurang secara signifikan berkat adanya sumber benih lokal bersertifikat.

Seluruh data hasil verifikasi lapangan kini masuk ke dalam sistem informasi benih perkebunan tingkat provinsi. Dokumen administrasi segera diserahkan kepada Direktorat Jenderal Perkebunan untuk mendapatkan pengesahan resmi sebagai sumber benih nasional.

Tahapan pengiriman bibit kepada kelompok tani dijadwalkan mulai berlangsung pada kuartal kedua tahun ini. Dinas TPHBun menyiapkan tim pendamping teknis guna memastikan prosedur penanaman di lahan masyarakat sesuai dengan standar budi daya.(*)

Type and hit Enter to search

Close