Breaking News

Gubernur Jateng Resmikan Embung Geblog, Jamin Pasokan Air Kebun Rakyat Temanggung Saat Kemarau

(Foto:JATENGPROV)

Temanggung, GENKEBUN.COM – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) meresmikan Embung Geblog di Kabupaten Temanggung untuk menjamin ketersediaan air lahan pertanian warga. Proyek infrastruktur sumber daya air ini tuntas dibangun guna mengatasi kekeringan parah.

Pembangunan embung tersebut merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas perkebunan rakyat. Fasilitas ini berfungsi menampung air hujan secara maksimal agar bisa dimanfaatkan petani saat musim kemarau tiba di wilayah tersebut.

Seorang warga setempat mengungkapkan kesulitan yang dialami para petani sebelum infrastruktur pengairan ini berdiri. Kendala utama adalah jarak tempuh yang jauh untuk mendapatkan akses air bersih bagi tanaman perkebunan milik rakyat.

“Dulu kalau kemarau, petani harus mengambil air dari bawah. Ada yang pikul, ada yang pakai motor bahkan mobil. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer,” ujar Gubernur Jateng, dikutip dari laman JATENGPROV, Jumat (27/02/2026).

Gubernur menjelaskan bahwa keberadaan pasokan air yang stabil akan berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat. Efisiensi biaya operasional menjadi target utama dalam program pembangunan sarana irigasi di lereng gunung ini.

“Kalau air tersedia, hasil panen lebih stabil dan biaya petani berkurang,” imbuhnya saat meninjau lokasi penampungan air yang kini telah penuh terisi untuk kebutuhan penyiraman bibit pohon di area perkebunan warga.

Embung Geblog memiliki spesifikasi teknis yang dirancang khusus untuk mengaliri puluhan hektare lahan perkebunan. Berikut adalah rincian manfaat utama dari pengoperasian sarana pengairan baru tersebut bagi masyarakat di Desa Geblog:

  • Menyuplai kebutuhan air untuk komoditas unggulan daerah.

  • Mengurangi risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem.

  • Mempermudah sistem irigasi melalui distribusi yang teratur.

Pemanfaatan embung difokuskan pada pengembangan tanaman hortikultura yang bernilai jual tinggi di pasar nasional. Keberadaan air yang melimpah membuat optimisme para petani kembali tumbuh setelah bertahun-tahun berjuang melawan fenomena kekeringan.

Kepala desa setempat menceritakan kondisi pilu yang sebelumnya sering menimpa ladang penduduk. Tanaman buah yang menjadi tumpuan hidup warga kerap mati sebelum masa panen tiba karena tidak ada sumber pengairan.

“Dulu sering ada tanaman layu, bahkan gagal panen karena kekurangan air, terutama durian dan alpukat. Sekarang petani senang sekali, karena ini sudah lama dinanti,” ungkapnya penuh syukur di hadapan para tamu undangan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengalokasikan anggaran khusus demi memastikan pembangunan fisik berjalan sesuai spesifikasi. Fasilitas ini kini menjadi aset penting bagi keberlangsungan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya.

Peresmian ini menandai dimulainya babak baru pengelolaan air yang lebih mandiri bagi para pekebun. Seluruh elemen masyarakat sepakat menjaga infrastruktur tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang secara berkelanjutan.(*)

Type and hit Enter to search

Close