![]() |
| Gambar Ilustrasi Mentan Andi Amran Sulaiman - genkebun.com |
Kepulauan Selayar, GENKEBUN.COM - Mentan Andi Amran Sulaiman hadir dalam kegiatan penanaman pohon kelapa di Desa Mekar Indah, Kabupaten Kepulauan Selayar, sebagai bagian dari strategi hilirisasi kelapa nasional yang menekankan nilai tambah dan ekspor.
Program hilirisasi kelapa ini dirancang untuk mengubah potensi kelapa menjadi produk bernilai tinggi, mulai dari santan kemasan hingga air kelapa siap ekspor. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ekonomi nasional.
Kegiatan ini melibatkan ratusan warga Selayar yang secara bergotong royong menanam bibit kelapa di berbagai lokasi strategis. Keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan hilirisasi kelapa di tingkat nasional.
Dikutip dari laman Disparbud, Minggu (16/11/2025), sebanyak 1,7 juta bibit pohon kelapa disiapkan pada tahap awal. Program ini menjadi titik awal hilirisasi kelapa Indonesia di pasar global.
Sebelum kegiatan penanaman dimulai, Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan arahan terkait pentingnya hilirisasi kelapa. Ia menjelaskan bahwa pengolahan kelapa menjadi produk bernilai tambah membuka peluang ekspor yang lebih luas.
Dalam kesempatan itu, Mentan Andi Amran menyampaikan sambutannya, menekankan dukungan pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah Selayar:
“Terima kasih masyarakat Selayar atas sambutannya. Tadi pak Bupati sudah minta bantuan ke Kementerian Pertanian, tentu kami akan berikan, Nanti 1,7 juta bibit kelapa silahkan diproduksi, akan dibeli oleh Pemerintah Pusat,” ujar Mentan Andi Amran Sulaiman, dikutip dari laman Disparbud Selayar, Minggu (16/11/2025).
Mentan Andi Amran kemudian menekankan alasan utama pemerintah mendorong hilirisasi kelapa, yakni meningkatnya harga komoditas ini di pasar internasional.
“Bapak ibu sekalian, tau kenapa kami gencar tanam kelapa? Harga kelapa naik. Di China harganya 30 Ribu per biji,” katanya, menyoroti potensi keuntungan dari ekspor kelapa.
Selain itu, Mentan Andi Amran memaparkan rencana pengembangan fasilitas hilirisasi kelapa, termasuk pembangunan pabrik pengolahan di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami dari Sulawesi Utara pabriknya sudah jadi, tahun depan diresmikan dua. Jadi nanti ada tiga pabrik. Kita hilirisasi,” ujar Mentan Andi Amran Sulaiman.
Kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pohon kelapa dalam kehidupan sehari-hari dan kontribusinya terhadap ekonomi lokal.
Harga kelapa di China mencapai Rp30.000 per biji. Mentan Andi Amran Sulaiman dorong hilirisasi kelapa mulai dari coconut milk hingga air kelapa siap ekspor.
Warga Selayar menunjukkan antusiasme tinggi dalam menanam pohon kelapa, dengan melibatkan generasi muda hingga tokoh adat. Semangat gotong royong menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.
Produk kelapa yang dihasilkan melalui hilirisasi meliputi coconut milk (santan) dan air kelapa kemasan yang siap diekspor ke berbagai negara, meningkatkan nilai tambah bagi petani.
“Kelapa ini yang keluar adalah coconut milk (santan). Kemudian air kelapa yang dikemas dengan baik. Itu yang kita ekspor dengan hilirisasi. Itu mimpi besar kita,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman.
Kegiatan penanaman pohon kelapa di Desa Mekar Indah menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat Selayar untuk mengembangkan hilirisasi kelapa.(*)


Social Footer