GENKEBUN.COM – Kementerian Pertanian menyiapkan anggaran Rp2,3 triliun untuk hilirisasi sejumlah komoditas perkebunan pada 2027. Komoditas yang masuk dalam rencana tersebut meliputi kelapa, kakao, kopi, pala, lada, dan tebu.
Kementerian Pertanian dalam kegiatan penyusunan rancangan program perkebunan 2027 di Jakarta, Selasa (2/9/2026).
Rencana tersebut masuk dalam rancangan kegiatan Kementan 2027 setelah Komisi IV DPR RI menyetujui pagu anggaran kementerian sebesar Rp28,02 triliun untuk tahun anggaran mendatang.
Dilansir dari laman Kementan RI, anggaran Rp2,3 triliun disiapkan untuk pengembangan kelapa, kakao, kopi, pala, lada, dan tebu melalui program hilirisasi perkebunan pada 2027.
Program tersebut mencakup pengembangan komoditas perkebunan melalui hilirisasi, dengan sasaran peningkatan produktivitas sekaligus nilai tambah hasil yang dinikmati pekebun.
Selain alokasi Rp2,3 triliun, Kementan mengusulkan tambahan anggaran Rp5 triliun pada 2027 untuk pengembangan sejumlah komoditas perkebunan serta dukungan traktor bagi pengembangan tebu.
Usulan tambahan itu mencakup kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, dan jambu mete. Dukungan traktor juga masuk untuk pengembangan komoditas tebu pada 2027 dalam rancangan kegiatan Kementan.
Rencana tersebut memperlihatkan komoditas perkebunan yang masuk dalam agenda hilirisasi dan usulan tambahan anggaran Kementan untuk pengembangan pada tahun anggaran 2027.
Kelapa tercatat dalam dua skema tersebut, yakni alokasi hilirisasi sebesar Rp2,3 triliun serta usulan tambahan anggaran Rp5 triliun untuk pengembangan komoditas perkebunan.
Kakao dan kopi juga masuk agenda hilirisasi perkebunan 2027. Kedua komoditas itu tercantum dalam daftar pengembangan yang disiapkan melalui rancangan kegiatan Kementan tahun depan.
Pala dan lada turut tercantum dalam agenda hilirisasi serta usulan tambahan anggaran pengembangan perkebunan pada 2027 yang dibahas dalam rancangan kegiatan Kementan.
Tebu juga masuk rencana pengembangan perkebunan. Selain hilirisasi, komoditas ini mendapat dukungan tambahan berupa usulan traktor untuk pengembangan tebu pada 2027.
Rancangan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Kementan 2027 bersama agenda pangan, hortikultura, dan peternakan, dengan alokasi anggaran yang berbeda sesuai program masing-masing.
Pada subsektor perkebunan, hilirisasi menjadi bagian dari pengembangan komoditas dan peningkatan nilai tambah hasil. Agenda tersebut mencakup kelapa, kakao, kopi, pala, lada, dan tebu.
Melalui rancangan anggaran 2027, Kementan menempatkan enam komoditas dalam agenda hilirisasi perkebunan, sementara jambu mete tercantum dalam usulan tambahan pengembangan komoditas.(*)
Social Footer