Breaking News

Pemerintah Percepat Peremajaan Kebun Kakao untuk Tingkatkan Produksi Petani

tangkapan layar-grafis program hilirisasi kakao yang dilakukan pemerintah selama 2025-2027 dalam webinar hari kakao nasional (antara/HO/dokumentasi pribadi)

GENKEBUN.COM – Pemerintah terus mempercepat peremajaan kebun kakao rakyat untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan memperkuat produksi kakao nasional. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembangkan komoditas kakao sekaligus mendorong hilirisasi di dalam negeri.

Direktur Perbenihan Perkebunan Kementerian Pertanian, Ebi Rulianti, mengatakan produktivitas kakao Indonesia masih perlu ditingkatkan. Saat ini, rata-rata produktivitas kakao berada di kisaran 700–800 kilogram per hektare. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh banyaknya tanaman kakao yang sudah berusia tua.

“Ada dua program utamanya yakni peremajaan kakao rakyat dan perluasan lahan kakao,” kata Ebi dalam webinar Hari Kakao Nasional: Momentum Mendorong Hilirisasi untuk Kesejahteraan Petani.

Pemerintah menjalankan program hilirisasi kakao periode 2025–2027 dengan sasaran lahan kakao petani seluas 247.260 hektare. Program tersebut mencakup peremajaan tanaman dan perluasan areal perkebunan kakao.

Pada 2026, pemerintah menargetkan peremajaan kebun kakao mencapai 102.488 hektare. Selain itu, perluasan areal perkebunan kakao ditargetkan sekitar 71.722 hektare.

Untuk mendukung petani, pemerintah memberikan bantuan benih sebanyak 1.000 batang per hektare serta bantuan upah kerja. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani mengganti tanaman yang sudah tua dengan tanaman baru yang lebih produktif.

Selain melakukan peremajaan, pemerintah juga mendorong hilirisasi kakao agar hasil perkebunan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Plt Kepala Divisi Penyaluran Dana Program Pangan dan Hilirisasi BPDP, Arfie Thahar, mengatakan pihaknya siap mendukung pengembangan sektor tersebut.

“Kami siap memberikan dukungan pendanaan untuk meningkatkan nilai tambah produk kakao dan turunannya,” ujar Arfie.

Melalui peremajaan dan perluasan kebun, pemerintah berharap produktivitas kakao Indonesia dapat meningkat. Langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ketersediaan bahan baku bagi industri pengolahan kakao di dalam negeri serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani.

Type and hit Enter to search

Close