Breaking News

Kenaikan Harga Gabah hingga Sawit Bawa NTP Perkebunan Rakyat ke Level 168,77

Petani melakukan penanaman padi di lahan persawahan dalam kegiatan budidaya tanaman pangan.(Foto: Kementan RI)
GENKEBUN.COM – Kenaikan harga kelapa sawit dan karet mendorong Nilai Tukar Petani Perkebunan Rakyat (NTPR) mencapai 168,77 pada Agustus 2026, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

NTPR naik 1,53 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Capaian tersebut sekaligus menempatkan subsektor perkebunan rakyat sebagai subsektor dengan tingkat Nilai Tukar Petani (NTP) tertinggi.

Secara nasional, kenaikan NTP pada Agustus 2026 didorong oleh peningkatan indeks harga yang diterima petani, yang tercatat lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani.

“Peningkatan NTP karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,14 persen, lebih tinggi kenaikannya dibandingkan dengan indeks harga yang dibayar petani yang naik sebesar 0,09 persen,” ujar Ateng, dikutip dari laman Kementerian Pertanian.

Selain kelapa sawit dan karet, gabah serta ayam ras pedaging juga menjadi komoditas dominan yang memengaruhi peningkatan indeks harga yang diterima petani secara nasional pada Agustus 2026.

Khusus pada subsektor perkebunan rakyat, kenaikan NTP ditopang oleh membaiknya harga kelapa sawit dan karet. Kedua komoditas tersebut menjadi pendorong kenaikan NTPR sebesar 1,53 persen.

Sementara itu, NTP nasional mencapai 129,19 pada Agustus 2026 atau naik 1,05 persen dibandingkan Juli 2026 yang berada pada level 127,84.

Kenaikan NTP juga terjadi pada mayoritas subsektor pertanian. Tanaman pangan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,62 persen, disusul perkebunan rakyat 1,53 persen, peternakan 0,96 persen, dan perikanan 0,69 persen.

Berbeda dengan subsektor tersebut, hortikultura mengalami penurunan NTP sebesar 2,84 persen pada Agustus 2026. Data BPS juga menunjukkan kenaikan NTP terjadi di 33 dari 38 provinsi.

Sulawesi Barat mencatat kenaikan NTP tertinggi, yakni sebesar 6,87 persen. Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh naiknya harga kelapa sawit di wilayah tersebut.

Secara kumulatif, NTP nasional pada periode Januari hingga Agustus 2026 tercatat lebih tinggi 3,18 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.(*)

Type and hit Enter to search

Close