GENKEBUN.COM - Sebanyak 187 petani kelapa sawit swadaya asal Kabupaten Batanghari mengikuti pembelajaran lapangan di PTPN IV Regional 4 Kebun Batanghari.
Kegiatan tersebut menjadi bagian Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 yang didukung BPDP dan dikoordinasikan Ditjenbun Kementerian Pertanian RI.
Direktur Utama DGL Learning Institute, M. Gema Aliza Putra, mengatakan kunjungan lapangan membantu peserta menghubungkan materi pelatihan dengan kondisi nyata di perkebunan.
Pembelajaran di kelas memberikan dasar pengetahuan, tetapi melalui kunjungan lapangan peserta bisa melihat langsung bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan. Mereka dapat bertanya, berdiskusi, dan membandingkan praktik di lapangan dengan kondisi kebun yang mereka kelola," ujar Gema.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti pemaparan dari pihak PTPN IV Regional 4 Kebun Batanghari sebelum turun langsung ke areal perkebunan.
Pembelajaran mencakup sejumlah kegiatan teknis, antara lain pemupukan, penyemprotan, pemancangan, serta pengelolaan areal yang memasuki masa replanting.
Pada praktik pemupukan, peserta melihat penerapan teknis di lapangan yang berkaitan dengan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Peserta juga berdiskusi mengenai pengendalian gulma dalam kegiatan penyemprotan.
Manager PTPN IV Regional 4 Kebun Batanghari, Arief Kurniawan, menyatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi perusahaan dan peserta untuk berbagi pengalaman teknis pengelolaan perkebunan.
"Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan gambaran kepada para peserta mengenai bagaimana pengelolaan kebun dilakukan secara teknis di lapangan. Apa yang mereka lihat dan diskusikan hari ini mudah-mudahan dapat menjadi tambahan pengetahuan yang bisa diterapkan sesuai dengan kondisi kebun masing-masing," kata Arief.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai pemancangan untuk persiapan areal penanaman kembali. Pembelajaran berlanjut dengan melihat langsung area replanting yang dikelola perusahaan.
Arief menilai dialog langsung penting karena setiap kebun memiliki kondisi dan tantangan berbeda. Peserta mendapat ruang untuk menggali pengalaman praktis sesuai persoalan pengelolaan kebun yang dihadapi.
"Kami tidak hanya ingin peserta melihat kegiatan di kebun, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi. Dengan begitu, pengalaman yang kami bagikan dapat benar-benar menjadi pembelajaran bagi para pekebun," tambahnya.
Gema mengatakan kunjungan lapangan menjadi bagian dari pelaksanaan pelatihan agar pembelajaran tidak berhenti pada teori. Pengalaman di lapangan menjadi bekal bagi peserta dalam memahami pengelolaan kebun.
"Kami ingin peserta pulang bukan hanya membawa catatan, tetapi juga membawa pemahaman tentang apa yang bisa diperbaiki di kebunnya. Karena tujuan akhirnya adalah bagaimana ilmu dari pelatihan ini benar-benar memberikan manfaat ketika mereka kembali ke kebun," kata Gema.
Kegiatan kemudian dilanjutkan melalui diskusi antara peserta, narasumber, dan pihak perusahaan. Peserta menyampaikan pertanyaan serta persoalan yang ditemui dalam pengelolaan kebun masing-masing.
Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 di Jambi mencakup monitoring pascapelatihan untuk mengevaluasi penerapan ilmu di lapangan. Kegiatan ini diikuti 187 pekebun kelapa sawit swadaya asal Batanghari.(*)

Social Footer