![]() |
| kawasan inti pusat pemerintah (KIPP) IKN (niaga.asia/soud rosadi) |
GENKEBUN.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi potensi lahan di Kalimantan Timur yang dapat dikembangkan untuk sejumlah komoditas perkebunan, termasuk tebu. Pemetaan tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan kawasan penyangga pertanian di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN, Prof. Sukarman, mengatakan sekitar 4,7–6 juta hektare lahan di Kalimantan Timur dinilai sesuai untuk sejumlah komoditas perkebunan. Komoditas tersebut antara lain kelapa sawit, kakao, dan tebu.
“Untuk komoditas perkebunan yang telah dinilai, luasan lahan yang sesuai diperkirakan mencapai sekitar 4,7–6 juta hektare,” kata Sukarman, dikutip pada Minggu (13/9/2026).
Wilayah yang memiliki potensi lahan cukup luas antara lain Berau, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur. Pemetaan ini menjadi penting karena setiap komoditas membutuhkan kondisi lahan yang berbeda agar dapat tumbuh dan menghasilkan secara optimal.
Dalam menentukan kesesuaian lahan, BRIN mempertimbangkan beberapa faktor, seperti kondisi tanah, ketersediaan air, drainase, unsur hara, tingkat keasaman tanah, hingga risiko erosi dan banjir. Data tersebut dapat membantu pemerintah menentukan komoditas dan teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi setiap wilayah.
Pengembangan tebu di Kalimantan Timur dinilai memiliki peluang untuk mendukung kebutuhan bahan baku industri gula. Namun, pemanfaatan lahan tetap perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan keberlanjutan agar pengembangan perkebunan dapat berjalan dalam jangka panjang.
“Pemanfaatan lahan untuk perkebunan harus memperhatikan faktor pembatas utama agar penggunaannya dapat berkesinambungan,” jelas Sukarman.
Dengan adanya pemetaan tersebut, pemerintah memiliki gambaran mengenai wilayah yang berpotensi dikembangkan untuk perkebunan tebu dan komoditas lainnya. Pengembangan secara terarah diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Social Footer