Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit BPDP Ahmad Munir (kanan) dalam Diskusi Uji Publik di USU, Medan, Selasa (15/9/2026). BPDP berkomitmen mendukung keberlanjutan industri sawit nasional. Foto/Dok. SindoNews |
GENKEBUN.COM– Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendorong penguatan sektor perkebunan rakyat melalui korporatisasi petani sawit. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.
Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi
Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit BPDP, Ahmad Munir, dalam
Diskusi Uji Publik bertema Kemitraan Petani-Perusahaan Dalam Membangun Petani
Yang Handal dan Kompetitif, Melalui Intensifikasi Lahan dan Industrialisasi
yang digelar di Medan, Selasa (15/9/2026).
Menurut Ahmad Munir, petani sawit masih
menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari produktivitas tanaman yang belum
optimal hingga keterbatasan kapasitas hilirisasi produk di tingkat petani.
“Kami dukung hilirisasi, kita dorong
korporatisasi para petani sawit berkelanjutan,” ujar Ahmad Munir.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BPDP
memberikan dukungan melalui berbagai program dari sektor hulu hingga hilir.
Program tersebut meliputi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan
prasarana, pengembangan sumber daya manusia, serta riset dan inovasi teknologi.
Program PSR menjadi salah satu upaya untuk
mengganti tanaman sawit yang sudah tua atau tidak produktif dengan benih unggul
serta menerapkan praktik pertanian yang baik atau Good Agricultural Practices
(GAP). Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas
sekaligus menjaga keberlanjutan perkebunan sawit.
Dalam pelaksanaan PSR, kemitraan dengan
perusahaan perkebunan juga menjadi bagian penting. Perusahaan dapat berperan
dalam pendampingan teknis dan budidaya, penguatan kelembagaan petani, hingga
penyerapan hasil produksi.
“Kolaborasi ini terbukti mempercepat penyelesaian peremajaan perkebunan sekaligus memberikan kepastian pasar yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” kata Munir.
Berdasarkan data BPDP hingga 31 Agustus
2026, program PSR telah menjangkau 428.745 hektare lahan milik 187.782 pekebun,
dengan total penyaluran dana bantuan mencapai Rp12,86 triliun. Sementara
melalui jalur kemitraan, peremajaan telah mencapai 21.890 hektare dengan
melibatkan 19 perusahaan perkebunan.
BPDP juga menekankan pentingnya
keterhubungan antara sektor hulu dan hilir. Melalui korporatisasi petani dan
kemitraan dengan perusahaan, produksi diharapkan dapat terkonsolidasi sehingga
lebih terhubung dengan kebutuhan industri dan membuka peluang peningkatan nilai
tambah bagi pekebun.
Social Footer