![]() |
| Panen Padi Biosalin oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan berlangsung di Klidungan, Kota Pekalongan, Rabu (12/8/2026).(Foto: Ilustrasi) |
GENKEBUN.COM – Padi Biosalin I dan II dikembangkan di lahan eks rob Klidungan, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Budidaya padi tersebut didukung penerapan teknologi melalui demplot smart farming, mulai dari pengolahan lahan, penanaman hingga pemupukan untuk meningkatkan efisiensi budidaya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, mengatakan penerapan teknologi dilakukan untuk membantu proses budidaya di tengah keterbatasan tenaga kerja pada lahan eks rob tersebut.
“Karena ketersediaan tenaga kerja terbatas, kita menggunakan rice transplanter untuk penanaman, kemudian pemupukan menggunakan drone dan teknologi lainnya. Pupuk yang digunakan juga sudah mendekati pupuk hayati, ” ujar Lili, dikutip dari laman Pekalongan kota.
Lahan eks rob di wilayah utara Kota Pekalongan memiliki potensi sekitar 95 hektare. Dari luasan tersebut, kurang lebih 56 hektare saat ini telah ditanami padi.
Pada musim kemarau, varietas Biosalin dinilai lebih sesuai dikembangkan karena memiliki kemampuan beradaptasi pada kondisi lahan yang terdampak salinitas.
Hasil panen sebelumnya menunjukkan produktivitas Padi Biosalin sekitar 6,6 ton per hektare di salah satu lokasi. Sementara itu, hasil di wilayah Krapyak berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik mencapai 8,2 ton per hektare.
“Kalau panen itu no problem pasarnya, karena rice mill kita sudah menampung. Kalaupun tidak, Bulog sudah langsung menyerap, ” ungkap Lili.
Gabah yang diserap Perum Bulog saat ini dihargai sekitar Rp6.500 per kilogram. Adapun harga gabah di pasar di luar Bulog berada pada kisaran Rp7.100 hingga Rp7.300 per kilogram.
Selain produktivitas dan pemasaran, pengembangan Padi Biosalin juga menghadapi kendala hama. Tikus dan burung menjadi gangguan yang sempat dikeluhkan petani dalam proses budidaya.
“Dengan dukungan teknologi smart farming, pemilihan varietas yang sesuai, serta kepastian pasar, pengembangan Padi Biosalin di lahan eks rob diharapkan semakin produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian petani Kota Pekalongan, ” ujarnya.
Penggunaan teknologi dalam budidaya mencakup rice transplanter untuk penanaman dan drone untuk pemupukan. Penerapan tersebut menjadi bagian dari demplot smart farming di lahan eks rob Klidungan.
Dengan pemanfaatan varietas Biosalin dan teknologi budidaya, lahan eks rob yang telah ditanami padi dapat dimanfaatkan untuk produksi pangan. Pengembangan budidaya dilakukan bersama petani di wilayah tersebut.(*)

Social Footer