![]() |
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Tengah dalam kegiatan ekspor durian beku di Palu, Jumat (10/4/2026). Sulawesi Tengah,GENKEBUN.COM– Durian kian menunjukkan potensinya untuk menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor melalui pengiriman durian beku ke Tiongkok pada 2026. Pada April 2026, ekspor raya dari Sulawesi Tengah mencapai 459 ton durian beku senilai Rp42,5 miliar. Komoditas tersebut dikirim dalam 17 kontainer dari Palu menuju Tiongkok. Perkembangan ekspor tersebut berjalan seiring dengan penguatan hilirisasi komoditas hortikultura. Hingga 10 April 2026, Sulawesi Tengah telah mencatat ekspor durian beku sebanyak 151 kontainer dengan nilai lebih dari Rp377,5 miliar. “Tujuan akhir dari seluruh upaya ini adalah kesejahteraan masyarakat ,” ujar tegas Gubernur, dikutip dari laman Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Tengah. Capaian tersebut menjadi bagian dari pengembangan durian sebagai salah satu komoditas unggulan Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah juga menyampaikan rencana kerja sama dengan Provinsi Sichuan dan Hainan di Tiongkok untuk sektor pertanian, khususnya durian. Data yang disampaikan Balai Karantina Indonesia mencatat Sulawesi Tengah memiliki sekitar 3,7 juta pohon durian. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,2 juta pohon merupakan populasi produktif dan 2,2 juta pohon belum produktif. Potensi produksi durian di wilayah tersebut mencapai 95.140 ton berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah 2025. Sentra produksinya tersebar di kabupaten dan kota, dengan Poso serta Parigi Moutong menjadi wilayah dominan. Untuk pengembangan produksi, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah juga mencatat adanya penyaluran 2.000 bibit durian varietas Otong ke Kabupaten Sigi. Bibit tersebut disiapkan untuk pengembangan di lahan seluas 20 hektare. Sementara itu, permintaan durian di Tiongkok menjadi salah satu faktor yang mendukung perluasan pasar komoditas tersebut. Data yang disampaikan Balai Karantina Indonesia mencatat nilai permintaan durian di negara itu mencapai sekitar 8 miliar dolar Amerika Serikat per tahun. Pengiriman durian beku dari Sulawesi Tengah ke Tiongkok berlangsung melalui fasilitas pengolahan dan proses karantina sebelum produk diberangkatkan. Pada ekspor raya April 2026, pengiriman dilakukan dari Palu menggunakan 17 kontainer. Dengan catatan ekspor tersebut, durian Sulawesi Tengah kini memiliki jalur perdagangan langsung ke pasar Tiongkok. Penguatan produksi, pengolahan, serta pemenuhan persyaratan ekspor menjadi bagian dari rantai perdagangan komoditas durian dari daerah tersebut.(*) |

Social Footer