![]() |
| BAZNAS dalam kegiatan pengolahan gulma menjadi pupuk alami pada lahan padi di Purbalingga, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8/2026).(Foto: Ilustrasi) |
GENKEBUN.COM – Petani binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, memanfaatkan gulma menjadi pupuk alami saat penyiangan lahan padi.
Pemanfaatan rumput liar tersebut menjadi bagian dari teknik penyiangan yang diterapkan pada lahan padi milik kelompok tani. Gulma yang tumbuh di lahan dimanfaatkan kembali sebagai bahan organik alami.
Dilansir dari laman BAZNAS, lahan padi yang menerapkan teknik tersebut berusia 14 hari setelah tanam dengan luas mencapai 2.240 meter persegi dan dikelola oleh kelompok tani setempat.
Teknik tersebut diterapkan langsung oleh Subarno, anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Citra, dengan membenamkan gulma ke tanah pada lahan padi milik kelompoknya.
Saat proses penyiangan berlangsung, gulma yang berada di sekitar tanaman padi tidak hanya disingkirkan. Rumput liar tersebut dibenamkan ke tanah sebagai bagian dari pemanfaatan gulma di lahan.
Gulma yang telah dibenamkan atau diletakkan di permukaan lahan kemudian berfungsi sebagai pupuk organik alami bagi area budidaya padi yang dikelola kelompok tani.
Pemanfaatan gulma juga berkaitan dengan upaya mencegah terjadinya perebutan nutrisi tanah antara rumput liar dan tanaman padi yang tumbuh di lahan tersebut.
Selain berfungsi sebagai pupuk organik alami, rumput liar yang dibenamkan atau diletakkan di permukaan lahan juga berfungsi sebagai pelindung tanah dari kikisan air hujan.
Penerapan teknik penyiangan tersebut dilakukan pada lahan padi yang menjadi bagian dari kawasan Lumbung Pangan BAZNAS di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga.
Pada lahan seluas 2.240 meter persegi itu, tanaman padi telah berusia 14 hari setelah tanam ketika teknik pengolahan gulma diterapkan oleh Subarno bersama kelompoknya.
Pemanfaatan gulma sebagai pupuk alami dilakukan bersamaan dengan penyiangan lahan. Cara tersebut mengolah rumput liar yang ditemukan di area tanam menjadi bagian dari bahan organik pada lahan padi.
Penerapan teknik penyiangan intensif tersebut disebut dalam sumber BAZNAS berkaitan dengan peningkatan hasil panen padi. Hasil panen juga dikaitkan dengan peningkatan pendapatan petani di kawasan Lumbung Pangan BAZNAS.(*)

Social Footer